Teori – Teori dan Model – model Pertumbuhan

Teori – Teori dan Model – model Pertumbuhan

  1. Teori dan Model Pertumbuhan Neoklasik

Ada dua aliran pemikiran mengenai pertumbuhan ekonomi (dilihat dari sisi AS/produksi), yakni teori neoklasik dan teori modern. Dalam kelompok teori neoklasik, faktor – faktor produksi yang dianggap berpengaruh terhadap pertumbuhan output adalah jumlah L dan K ; yang terakhir ini bisa dalam bentuk keuangan atau barang modal (seperti mesin). Penambahan jumlah L dan K, dengan sumsi produktivitasdari masing – masing faktor produksi tersebut (productivity parsial;PFP)atau produktivitas faktor total (TFP) tetap tidak berubah, menambah output yang dihasilkan.

            Dalam model pertumbuhan neoklasik, peran teknologi dan ilmu pengetahuan serta peningkatan kualitas dari L dan dari input produksi lainnya terhadap pertumbuhsn output tidak mendapat perhatian secara eksplisit atau dianggap konstan (teknologi dianggap suatu koefisien yan tetap tidak berubah);walaupun dalam literatur mengenai dampak positif dari progres teknologi (T). Teori neoklasik lebih fokus pada efek akumulasi K (investasi ) dan penambahan jumlah L terhadap output. Oleh karena itu, didalam model neoklasik, tidak adanya yang namanya peningkatan produktivitas dari input – input produksi.

            Seperti telah dijelaskan diatas, model pertumbuhan neoklasik hanya melihat pada satu sumber pertumbuhan saja,yakni kontribusi dari penambahan jumlah dari faktor –faktor produksi. Dalam Nafziger (1997), dibahas pengalaman dari kelompok negara – negara industri aru (NICs) seperti Taiwan, Korea Selatan, Hongkong dan Singapura yang menunjukkan bahwa kontribusi K per L terhadap pertumbuhan ekonomi memang sangat dominan antara 50 % hingg a90 % tetapi T juga sangat berperan. Hal ini dicerminkan oleh nilai ‘sisa’,yakni nilai T didalam fungsi produksi Cobb Douglas :

 

Recent Posts