Sumber – sumber Pertumbuhan

  1. Sumber – sumber Pertumbuhan

Pertumbuhn ekonomi bisa bersumber dari pertumbuhan pada sisi permintaan agregat(AD) atau / dan sisi penawaran agregat (AS). Seperti yang diilustrasikan pada gambar 2.1, titik perpotongan antara kurva AD dengan kurva AS adalah titik keseimbangan ekonomi yang menghasilkan suatu jumlah output agregat (PDB) tertentu dengan tingkat harga umum tertentu. Output agregat yang dihasilkan didalam suatu ekonomi( atau negara) selanjutnya membentuk PN.

  1. Sisi permintaan agregat

Dari sisi AD, pergeseran kurvanya kekanan yang mencerminkan peningkatan permintaan didalam ekonomi bisa terjadi karena PN, yang terdiri dari permintaan masyarakat (konsumen), perusahaan, dan pemerintah meningkat. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya,, sisi AD (penggunaan PDB), terdiri dari empat komponen : konsumsi rumah tangga, investasi ( termasuk perubahan stok), konsumsi/ pengeluaran pemerintah, dan ekspor neto (ekspor barang dan jasa minus impor barang dan jasa ). Sisi AD dalam suatu ekonomi bisa dgambarkan dalam suatu model ekonomi makro sederhana berikut.

Y + I + G + X – M

C = Cy + Ca

I = -ir + Ia

G = Ga

X = Xa

M = mY + Ma

Persamaan (2.8’) menggambarkan keseimbangan antara AS (total output/PDB) dan AD yang terdiri dari empat komponen tersebut. Persamaan (2.9) adalah besarnya konsumsi rumah tangga yang ditentukan oleh tingkat pendapatan dan faktor otonom (tidak tergantung pada tingkat/perubahan pendapatan);c adalah  koefisien konsumsi (marginal propensity to consume;MPC)dengan nilai positif antara 0 dan 1, yang artinya, semakin tinggi pendapatan semakin besar pengeluaran konsumsi rumah tangga. Persamaan (2.10) menunjukkan nilai atau jumlah investasi misalnya dalam jumlah proyek) sangat ditentukan oleh tingkat suku bunga (i) didalam negeri, selain itu juga oleh sejumlah  faktor – faktor yang bersifat otonom. (Ia). Semakin tinggi i, dengan asumsi dengan  faktor – faktor lain (tidak berubah), semakin mahal biaya alternatif dari investasi, semakin jumlah investasi didalam ekonomi yang dicerminkan oleh tanda negatif didepan koefisien r. Persamaan (2.11) adalah pengeluaran pemerintah yang sifatnya otonom : besar kecilnya pengeluaran pemerintah ditentukan oleh faktor – faktor lain (diantaranya faktor politik) diluar model tersebut. Demikian juga dengan persamaan (2.12), karena Indonesia adalah negara kecil, dilihat  dari pangsa perdagangan  luar negerinya didalam jumlah volume perdagangan dunia, maka pertumbuhan ekspor Indonesia lebih ditentukan oleh faktor – faktor eksternal diluar pengaruh Indonesia, seperti permintaan di negara – negara tujuan ekspor. Persamaan (2.13) menggambarkan bahwa impor ditentukan oleh tingkat pendapatan didalam negeri, selain juga oleh faktor otonom. Semakin tinggi pendapatan masyarakat di Indonesia, semakin besar permintaan pasar dalam negeri terhadap impor, yang terdiri dari barang dan jasa

Sumber :

https://weshop.co.id/london-hentikan-izin-operasi-uber/