Dampak Perkembangan Ekonomi Indonesia Bidang Pariwisata Pada Tahun 2013

 Dampak Perkembangan Ekonomi Indonesia Bidang Pariwisata Pada Tahun 2013

Berbicara tentang dampak pariwisata, Dickman (1992) memberi ilustrasi tentang dampak pariwisata sebagai berikut: Sebagai konsekwensi dari sebuah kegiatan yang terus berkembang maka secara umum menimbulkan berbagai dampak baik secara positif maupun negatif sebagaimana yang terjadi sebagai dampak fisik,  ekonomi, dan sosial budaya.  Suatu contoh yang menarik tentang dampak dari perkembangan pariwisata ditulis oleh Foster (1994) yaitu pada tahun 1960 dimana pada salah satu bagian dari negara Prancis Polinesia yang terdiri dari pulau Tahiti dan kepulauan Tuamutu dimana pada awalnya hanya mengandalkan kehidupan negaranya dari penghasilan kelapa. Akan tetapi pada tahun enam puluhan, penghasilan andalan ini ternyata mengalami masa jenuh dan tidak lagi bisa dijadikan andalan. Dengan perubahan kebijakan dari pemerintah Prancis maka kepulauan tersebut dirubah orientasi penghasilannya dengan jalan mempromosikannya sebagai kawasan perhotelan, sehingga dalam kurun waktu dua tahun saja, penduduk di kepulauan tersebut bisa meningkat penghasilannya dan keuangan negaranya, sehingga bisa bebas dari beban pembayaran pajak. Pemerintah juga bisa memberikan bunga pinjaman yang sangat rendah untuk pembangunan hotel di kepulauann tersebut. Dari upaya untuk merubah tersebut,dampak yang timbul secara positif jelas bisa merubah perekonomian suatu Negara. Secara positif, dampak yang timbul adalah membludaknya peralatan-peralatan teknologi masuk ke daerah tersebut yang datang dari negara-negara Eropa, Amerika Jepang sehingga pembangunan sekolah, klinik, rumah sakit, listrik dll meingkat dengan sengat cepat.

Pariwisata sangat dekat dengan lingkungan fisik. Kedekatan ini disampaikan oleh Inskeep (1991) dengan mengupas tentang dampak yang ditimbulkan dari pariwisata terhadap lingkungan fisik. Dari paparan Iskeep mengutarakan bahwa wisatawan tidak semata mata mencari pengalaman, akan tetapi menikmati lingkungan, jadi yang dijual kepada wisatawan juga lingkungan fisik. Dengan demikian baik secara langsung maupun tidak langsung lingkungan fisik terpengaruh oleh keberadaan pariwisata. Secara positif, lingkungan bisa tertata secara artistic dan dikelola dengan sangat baik untuk kepantingan pariwisata, tetapi secara negatif juga lingkungan fisik banyak yang rusak akibat kepentingan banyak pihak untuk kegiatan pariwisata.

Beberapa dampak positif lain yang mudah dilihat sebagai akibat perkembangan pariwisata adalah adanya peluang kerja yang sangat banyak karena pariwisata merupakan kegiatan yang multi sektoral, sebagai ilustrasi, ketika suatu negara dinyatakan membuka peluang untuk pengembangan suatu destinasi pariwisata, maka muncul berbagai kegiatan-kegiatan atau usaha-usaha yang terkait dengan keberadaan pariwisata ini. Masyarakat sekitar mencari dan membuka peluang-peluang kerja yang sangat banyak sehingga tidak seperti suatu industri barang atau materi yang terbatas memberi peluang pada usaha yang dikembangkan saja, kalaupun ada yang lainnya tetapi tidak sebesar peluang yang diakibatkan oleh pariwisata.

Banyak hal menguntungkan dengan adanya kegiatan kepariwisataa, Dickman (1992) memberikan beberapa potensi yang bisa diuntungkan antara lain; menciptakan keseimbangan perdagangan yang cukup baik, menciptakan kesempatan kerja baru, mempromosikan produksi lokal, meningkatkan pendapatan pemerintah, memberikan tingkat pertumbuhan ekonomi yang cepat, membantu mengembangkan pada suatu daerah tertentu, memberi rangsangan terhadap terjadinya permintaan lokal. Oleh karena sedemikian besar potensi atau sektor yang bisa di untungkan, maka di negara-negara maju seperti Australia yang pada setiap tahunnya bisa memberi peluang kerja mencapai 6% dari segala sektor ketenaga kerjaan negara tersebut, maka berupaya sekali untuk menjadikan pariwisata sebagai sektor yang mendapat perhatian besar.

Sumber :

https://jilbabbayi.co.id/astronom-temukan-es-di-mars/