Demam, Muntah, Rasa Nyeri Waktu Berkemih

 Demam, Muntah, Rasa Nyeri Waktu Berkemih

Organisme yang menyebabkan infeksi saluran kemih berasal dari flora normal perineum. Sekarang terdapat bukti bahwa beberapa galur Escherichia coli memiliki pili yang meningkatkan virulensinya (Svanborg – Eden, 1982)

Pada masa nifas dini, sensitivitas kandung kemih terhadap tegangan air kemih di dalam vesika sering menurun akibat trauma persalinan serta analgesia epidural atau spinal sensasi peregangan kandung kemih juga mungkin berkurang akibat rasa tidak nyaman yang ditimbulkan oleh episiotomy yang lebar, laserasi periuretra, atau hematom dinding vagina. Setelah melahirkan terutama saat infuse oksitosin  dihentikan terjadinya diuresis yang disertai peningkatan produksi urine dan distensi kandung kemih. Overdistensi yang disertai katerisasi untuk mengeluarkan air kemih sering menyebabkan inkesi saluran kemih.

  1. Kehilangan Nafsu Makan Dalam Waktu Yang Lama

Kelelahan yang sangat berat setelah persalinan dapat menggangu nafsu makan, sehingga ibu tak ingin nafsu makan sampai kelelahan itu hilang. Hendaknya setelah bersalin berikan ibu minum hangat, susu, kopi, atau teh yang berguna untuk mengembalikan tenaga yang hilang. Berikanlah makanan yang sifatnya ringan, karena alat pencernaan perlu istirahat guna memulihkan keadaan kembali.

Ibu biasanya lapar setelah melahirkan sehingga ia boleh mengkomsumsi makanan ringan. Bila sering kali cepat lapar setelah melahirkan dan siap makan pada 1-2 jam post partum. Setelah benar-benar pulih dari letih, kebanyakan ibu marasa sangat lapar permintaan untuk memperoleh makanan dua kali dari jumlah yang biasanya dikosumsi disertai dengan kosumsi cemilan yang sering ditemukan, kerap kali untuk penulihan nafsu makan, diperlukan waktu 3-4 hari sebelum 3-4 hari .

Penyebab hilangnya nafsu makan pada si ibu, yaitu, :

  1. Ibu post partum blues
  2. kurangnya dukungan dari keluarga (terutama suami)
  3. Ibu mengidap suatu penyakit dlam pencernaan atau anggota tubuh
  4. Kedaan ekonomis yang tidak mendukung.
  5. Kurang istirahat.

Penatalaksanaan

  1. Dengan pendekatan atau bimbingan psikiatri

Sumber :

https://littlehorribles.com/