Pengertian Khas

Pengertian Khas

Khas adalah “Isim Fail” yang berasal dari kata kerja :

حَصَصَ, يُخْصِّصُ, يُخَصِيصاً, خاَصِّ

Artinya :

“yang mengkususkan atau menentukan”

Dalam istilah ushul fiqh, yang dimaksud dengan khas adalah :

مَالاَ يَتَناَوَلُ دَفْعَةً سَيْئَيْنِ فَصاَعَداً مِنْ غَيْرِ خَصٍ

Artinya :

“sesuatu yang tidak mencapai sekaligus dua/lebih tanpa batas.

Contoh

  1.   رَجُل Artinya seorang laki- laki, dalam hal ini terbatas pada seorang saja.
  2.  رُجُلاَن Artinya dua orang laki- laki dalam hal ini terbatas pada dua orang saja.
  3. Dan seterusnya

Adapun yang dimaksudkan dengan Takhsis dalam iatilah ushul fiqh adalah :

Artinya :

إِحْراَجُ بَعْضِ كاَنَ داَخِلاً تَحْتَ الْعُمُوْمِ عَلىَ تَقْدِيْرِ عَدَمِ المُخَصَّصِ.

“mengeluarkan sebagian apa-apa yang termasuk dalam yang umum itu menurut ukuran ketika tidak terdapat mukhasis”

Pembagian Mukhasis

Mukhasis ada dua macam yaitu:

  1. Mukhasis Mutasil ( الغاية  )

Mukhasil yang bersambung adalah apabila makna satu dalil yang mengkhususkan , berhubungan erat/bergantung pada kalimat umum sebelumnya.

Adapun beberapa macam Mukhasis muttasil antara lain :

  1. Pengecualian (AI- Iatina)

Contoh firman Allah Surat Al-Ashar ayat 2-3 :

Artinya :

“Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (Al-Ashar: 2- 3)

Jadi yang dikhususkan pada ayat tersebut adalah orang-orang yang beriman dun yang beramal Soleh. Pengkususan pada ayat tersebut adalah dengan jalan mengecualian, yakni dengan memakai huruf stana (                    )

Artinya :

“………dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) menghendaki ishlah. “ (Qs Al- Baqarah228)

Ø  Syarat (الشرط)

Artinya :

“………dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) menghendaki ishlah. “ (Qs Al- Baqarah228)

Dalam ayat tersebut dikatakan, lebih berhak kembali pada istrinya. Maksudnya adalah dalam masa iddah, tetapi dengan syarat bila kembalinya itu dengan maksud ialah lafaz yang menujukakan pada ayat tersebut adalah “Jika”    ( ان )

Ø  Sifat   ( الصِّفَةُ )

وَمَنْ قَتَلَ مُؤْمِناً خَطَاءً فَتَحْرِيْرُ رَقَبَةً مُؤْمِنَةٍ

(Qs. Al- Anisa : 42)

Sifat yang mengkhususkan dalam ayat tersebut adalah sifat muknim yakni yang diremehkan itu harus/dikhususkan pada hamba yang muknim.

Ø  Kesudahan            (الغاية)

Contoh firman Allah :

 Ÿwur £`èdqç/tø)s? 4Ó®Lym tbößgôÜtƒ ( ÇËËËÈ

Artinya :

“….dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci … (Q.S Al- baqqrah 222)

Ø  Sebagai Ganti Keseluruhan ( بَدَلُ البَعْضِ مِنْ الكُلِّ)

Contoh firman Allah :

Artinya :

“…Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah…”(Ali-Imiran: 97)

Lafazh       (مِنْ) dan sesudahnya pada ayat tersebut , menghususkan keumuman sebelumnya, arti sebagian orang yang “mampu’ Mengganti, keumuman wajib nya manusia untuk haji.

Baca juga: