PANEN

Table of Contents

PANEN

Sarang burung walet dpt diambil atau dipanen apabila keadaannya sdh memungkinkan utk dipetik. Utk melakukan pemetikan perlu cara & ketentuan tertentu agar hasil yg diperoleh bisa memenuhi mutu sarang walet yg baik. Jika terjadi kesalahan dlm menanen akan berakibat fatal bagi gedung & burung walet itu sendiri. Ada kemungkinan burung walet merasa tergangggu & pindah tempat. Utk mencegah kemungkinan tersebut, para pemilik gedung perlu mengetahui teknik atau pola & waktu pemanenan.
Pola panen sarang burung dpt dilakukan oleh pengelola gedung walet dgn beberapa cara, yaitu:

1) Panen rampasan

Cara ini dilaksanakan stlh sarang siap dipakai utk bertelur, tetapi pasangan walet itu belum sempat bertelur. Cara ini mempunyai keuntungan yaitu jarak waktu panen cepat, kualitas sarang burung walet bagus & total produksi sarang burung pertahun lebih banyak. Kelemahan cara ini tdk baik dlm pelestaraian burung walet karena tdk ada peremajaan.
Kondisinya lemah karena dipicu utk terus menerus m’buat sarang shg tdk ada waktu istirahat. Kualitas sarangnya pun merosot menjadi kecil & tipis karena produksi air liur tdk mampu mengimbangi pemacuan waktu utk m’buat sarang & bertelur.
2) Panen Buang Telur
Cara ini dilaksanankan stlh burung m’buat sarang & bertelur dua butir. Telur diambil & dibuang kemudian sarangnya diambil. Pola ini mempunyai keuntungan yaitu dlm setahun dpt dilakukan panen hingga 4 kali & mutu sarang yg dihasilkan pun baik karena sempurna & tebal.
Adapun kelemahannya yakni, tdk ada kesempatan bagi walet utk menetaskan telurnya.
3) Panen Penetasan
Pd pola ini sarang dpt dipanen ketika anak-anak walet menetas & sdh bisa terbang. Kelemahan pola ini, mutu sarang rendah karena sdh mulai rusak & dicemari oleh kotorannya. Sedangkan keuntungannya adalah burung walet dpt berkembang biak dgn tenang & aman shg polulasi burung dpt meningkat.
Adapun waktu panen adalah:
a) Panen 4 kali setahun
Panen ini dilakukan apabila walet sdh kerasan dgn rumah yg dihuni & tlah padat populasinya. Cara yg dipakai yaitu panen pertama dilakukan dgn pola panen rampasan. Sedangkan utk panen selanjutnya dgn pola buang telur.
b) Panen 3 kali setahun
Frekuensi panen ini sgt baik utk gedung walet yg sdh berjalan & masih memerlukan penambahan populasi. Cara yg dipakai yaitu, panen tetasan utk panen pertama & selanjutnya dgn pola rampasan & buang telur.
c) Panen 2 kali setahun
Cara panen ini dilakukan pd awal pengelolaan, karena tujuannya utk memperbanyak populasi burung walet.
PASCAPANEN :
Setelah hasil panen walet dikumpulkan dalu dilakukan pembersihan & penyortiran dr hasil yg didapat. Hasil panen dibersihkan dr kotoran- kotoran yg menempel yg kemudian dilakukan pemisahan antara sarang walet yg bersih dgn yg kotor.
Demikan artikel singkat teknik mudah budidaya walet. Semoga bermanfaat.