Bea Masuk

Bea Masuk

Pengertian   bea   masuk   berdasarkan   Ensiklopedia   Indonesia,   diartikan sebagai pajak yang dipungut atas barang-barang impor. Sedangkan pengertian beamasuk berdasarkan Pasal 1  UU No. 17/2006 perubahan dari   UU No. 10/1995 adalah “Pungutan negara berdasarkan undang-undang ini yang dikenakan terhadap barang   yang   diimpor”.   Dalam   penjelasan   pasal   2   ayat   (1)   disebutkan   bahwa pengertian impor secara yuridis, yaitu pada saat barang memasuki daerah pabean dan menetapkan saat barang tersebut wajib bea masuk. Jadi bea masuk merupakan pajak yang dipungut oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai atas barang-barang yang memasuki daerah pabean.

Direktorat   Jenderal   Bea   dan   Cukai   berdasarkan   Keputusan   Menteri Keuangan   Nomor   2/KMK.02/2001   mempunyai   tugas   merumuskan   dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kepabeanan dan cukai berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh menteri dan perundang-undangan yang berlaku. Salah satu fungsi utama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai adalah sebagai pengumpul   penerimaan   yang   merupakan   pendapatan   negara   untuk   membiayai pembangunan nasional. Peranan fungsi ini berubah sesuai dengan perubahan situasi perkonomian dan sosial negara. Pada saat ini dimana Indonesia dalam keadaan krisis di segala bidang khususnya di bidang ekonomi,fungsi ini menjadi salah satu prioritas   yang   harus   dilaksanakan   oleh Direktorat   Jenderal   Bea   dan   Cukai.

Penerimaan yang dikumpulkan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berupa bea masuk   yang   merupakan   pajak   atas   perdagangan   internasional   dan   cukai   yang merupakan pajak spesifik terhadap barang-barang tertentu.

Sedangkan pengertian cukai menurut Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 adalah sebagai berikut “Cukai adalah pungutan negara yang dikenakan terhadap barang-barang tertentu yang mempunyai sifat atau karakteristik yang ditetapkan dalam undang-undang tersebut.

Maksud dari barang-barang tertentu yang mempunyai sifat atau karakteristik adalah barang yang :

  • konsumsinya perlu dikendalikan;
  • peredarannya perlu diawasi;
  • pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup; atau
  • pemakaiannya perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan dan keseimbangan, dikenai cukai berdasarkan undang-undang ini.

Faktor yang turut mempengaruhi penentuan jumlah penggunaan jumlah Bea dan Cukai, antara lain:

  1. Harga pokok. Yaitu harga yang diperoleh dari jumlah biaya pengorbanan terhadap barang itu sendiri. Sedangkan harga jual yaitu harga yang dipengaruhi oleh pangsa pasar.
  2. Kebijakan perdagangan internasional, dimana kebijakan tersebut meliputi kebijakan proteksi, kebijakan perdagangan bebas, larangan impor, subsidi bagi produk dalam negeri, pengendalian devisa negara dan tentang neraca pembayaran suatu negara.
  3. Kebijakan pemerintah, yaitu kebijakan pemerintah untuk Melindungi kepentingan ekonomi nasional dari pengaruh buruk atau negative dari situasi perdagangan internasional yang tidak baik, Melindungi kepentingan industry di dalam negeri, Melindungi lapangan kerja, Menjaga keseimbangan BOP, Menjaga tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, Menjaga stabilitas nilai tukar.

Tujuan dalam penggunaan bea masuk antara lain :

 

https://9apps.id/