Tampilan Realme X2 Pro Master Edition edisi “batu bata”

Tampilan Realme X2 Pro Master Edition edisi “batu bata”

Tampilan Realme X2 Pro Master Edition edisi batu bata

Untuk pertama kalinya Realme membawa ponsel edisi istimewa hasil kolaborasi dengan desainer Naoto Fusakawa ke Indonesia: Realme X2 Pro Master Edition Red Brick.

Ponsel yang tampilannya terinspirasi batu bata ini merupakan edisi istimewa dari Realme X2 Pro yang baru diluncurkan di Indonesia.

PR Manager Realme Indonesia, Krisva Agnieszka, mengatakan Realme tak cuma mengusung jeroan yang mumpuni, tetapi juga tampilan menawan demi menarik anak muda.

Sebelumnya, Realme sudah pernah bekerjasama dengan desainer untuk merancang tampilan luar ponsel, tapi ini adalah pertama kalinya edisi istimewa itu diboyong ke Indonesia.

Baca juga: Tahun depan, Realme jual ponsel 5G di Indonesia

Baca juga: Strategi Realme duduki posisi empat pasar ponsel Indonesia
Realme X2 Pro Master Edition edisi “batu bata”, kolaborasi dengan desainer Naoto Fukasawa (ANTARA/Nanien Yuniar)

 

Untuk Realme X2 Pro, Naoto mendapatkan inspirasi dari bata merah,

bahan yang ia tuangkan ke dalam desain.

Naoto menggunakan Corning Gorilla Glass yang buram, lalu menerapkan pengecatan dan pengamplasan yang terdiri dari 32 langkah terpisah.

Tak seperti ponsel pada umumnya yang permukaan belakangnya mulus dan licin, bagian belakang ponsel ini punya tekstur, serasa seperti ponsel yang sudah dilapisi casing pelindung.

Naoto dan Realme membuat jemari bisa merasakan tekstur serupa batu bata

–namun lebih halus– di bagian belakang ponsel yang juga berwarna merah bata.

Pembeda utamanya adalah tanda tangan Naoto Fukasawa yang terukir di bagian belakang ponsel dalam garis setipis 0,09 mm.

Sebelumnya, Realme pernah bekerjasama dengan Naoto membuat Realme X Garlic & Onion

, menciptakan ponsel dengan warna, tekstur, bahan dan hasil yang unik. Desain itu memenangi CMF Design Supreme Gold Award di Madrid, Spanyol.

Apakah Realme berminat untuk menjalin kerjasama dengan desainer Indonesia kelak? Krisva tak menampik adanya peluang kerjasama dengan bakat-bakat lokal.

 

sumber :

https://pengajar.co.id/seva-mobil-bekas/