Bikin Skripsi, Siapa yang Suka

Bikin Skripsi, Siapa yang Suka

Bikin Skripsi, Siapa yang Suka

Bikin Skripsi, Siapa yang Suka
Bikin Skripsi, Siapa yang Suka

Bikin skripsi ? siapa yang suka ? Aku rasa jika disebarkan angket mungkin semua mahasiswa tidak ada yang menyukai skripsi. Bahkan kalau bisa dihapuskan saja dari kurikulum. Pengalaman membimbing selama 2 tahun lebih kemudian juga aku sendiri dulunya pernah jadi mahasiswa ( dua kali). Maka kemudian aku mulai mengamati beberapa tren yang memang sedang menjadi pola teman-teman mahasiswa saat ini.

Banyak mahasiswa bertanya,”miss, skripsi itu kok susah ?”. jawabku enteng, ”kalo mau gampang ya ga usah sekolah.” terus mahasiswa tanya lagi, ”kenapa sih miss kok skripsi harus penelitian?”. Ya aku lagi-lagi menjawab, ”soalnya kamu anak komunikasi, dan sekarang dosen-dosennya mau tahu kamu layak lulus ga?”. Apa sih sebenarnya Skripsi itu ? apa skripsi itu mata kuliah yang sengaja membuat mahasiswa banyak yang ga lulus-lulus? Apakah mahasiswa banyak yang tidak langsung lulus karena terjerat matkul Skripsi ? Mengapa skripsi menjadi subjek yang begitu menyeramkan ? Kenapa mau lulus aja pake pingsan-pingsan di ruang sidang ? apakah skripsi selalu begitu menyeramkan ?

Tentu jawabku, ”Tidak”.

Skripsi tidak menyeramkan ketika mahasiswa memang mau belajar dan berproses. Sayangnya mahasiswa jarang memahami dan memaknai masa skripsi sebagai masa berproses. Dua hal, tidak hanya proses otak, namun juga psikologi. Of course, otak tambah canggih, sementara mental tambah dewasa. Begitulah humanity touch yang seharusnya terjadi pada tiap mahasiswa yang menempuh skripsi.

Mengapa mental ?

Karena sebenarnya proses skripsi itu adalah proses individu, yang dilakukan berdasarkan kesepakatan dengan diri kita sendiri. Berhubungan dengan motivasi, dan bagaiamana kita ingin menyelesaikan skripsi kita. Berhubungan dengan mood dan bagaimana kita mengelola mood. Berhubungan dengan perasaan dan juga permasalahan keluarga atau permasalahan internal yang terjadi. Tentunya, tidak mudah. Dan 80 % mahasiswa gagal karena mental mereka kurang dewasa. Karena mereka tidak bisa mengatur emosi mereka. Coba tanya berapa dari teman anda yang skripsinya tidak rampung-rampung karena mereka tidak bisa mengontrol mood mereka, yang memutuskan tidak mengerjakan skripsinya karena menemui permasalahan atau konflik pribadi ?

Jawabanya, ”banyak”. Dan anda tidak sendiri.

Tetapi justru disitulah tantangannya, tahapan terakhir ini justru mengharuskan anda untuk mendisiplinkan diri, emngatur diri anda sendiri, berbicara dengan hati, pikirna dan kehendak anda. Apa yang anda inginkan ? cepat lulus atau menunda segalanya. Mengalahkan kehendak adalah sebuah pekerjaan besar, tetapi anda hanya bisa menyelesaikannya dengan diri anda sendiri. Mungkin orang lain bisa membantu mendengarkan komplain anda, tapi anda sendirilah yang harus berani menghadapi konflik pribadi anda.

Tidak ada orang yang suka mengerjakan sesuatu yang sulit dan kompleks, tetapi ketika kita punya satu motivasi yang positif dan kuat, maka kita bisa menyelesaikannya. Jadi mulai sekarang stop ngomel, sebaiknya anda menyempatkan waktu lebih banyak mengatur diri anda dan berbicara dengan diri anda. Selamat menyelesaikan skripsi ! Ora et Labora !

Sumber : https://dunebuggyforsale.org/faraway-apk/