ALTERNATIF MODEL

ALTERNATIF MODEL

Table of Contents

ALTERNATIF MODEL

ALTERNATIF MODEL
ALTERNATIF MODEL
Model yang dijelaskan oleh Wallman,  dapat dipandang sebagai penyempurnaan  sistem akuntansi saat ini dengan menambahkan  tingkatan informasi baru. Hal ini juga termasuk berfokus kembali terhadap analisis penekanan pengakuan dan upaya untuk penyediaan informasi yang lebih luas dari informasi yang bermanfaat.
Dalam model ini, fokus utama adalah pada penyediaan informasi yang relevan, dengan spesifikasi dariakun yang akandilaporkan dandokumen pendukungnya dan tingkat kepastian akun-akun tersebut.Dalam pendekatan ini, bukan dimulai dengan pertanyaan apakah suatuakun harus diakui dalam laporan keuangan, pertanyaan pertama adalah apakah akun tersebut  harus menjadi bagian dari pengungkapan keuangan perusahaan, dengan perkembangan diskusi dari tingkatan yang sesuai di mana akun tersebut harus dilaporkan. Penerapan model ini dengan lingkungan bisnis saat ini membutuhkan: (1) spesifikasi tingkatan tambahan, di luar laporan keuangan inti, termasuk kriteria pencantumanakun dalam satu tingkatandibandingkan lainnyadan (2) pertimbangan tentang bagaimana berbagai tingkat atestasi mungkin melampirkan informasi dalam berbagai tingkatan.
Menentukan Tingkatan Model
Tingkat pertama adalah item-item yang memenuhi kriteria pengakuan dan menyerupai laporan keuangan dengan format sekarang.
  • Tingkatan pertama akan mencakup akun- akun yg memenuhi kriteria pengakuan. Tingkatan ini adalah yang paling mudah. Dalam setidaknya satu pandangan model ini, hanya dapat diasumsikan laporan keuangan inti saat ini. Namun, hal ini mungkin berguna untuk mengembangkan, dari waktu ke waktu, pengertian yang lebih baik tentang apa yang memenuhi kriteria pengakuan inti keuangan dan bagaimana akuntersbut disajikan.Tingkat kedua adalah item-item yang memenuhi kriteria pengakuan, kecuali bahwa terdapat masalah keandalan pengukuran item tersebut.
  • Tingkatan kedua akan mencakup akun-akun yang umumnya akan memenuhi kriteria pengakuan, kecuali bahwa ada kekhawatiran keandalan yang menghalangi masuknya akun-akun tersebut dalam laporan keuangan inti.
  • Tingkat ketiga adalah item-item yang mempunyai masalah definisi maupun keandalan, seperti pengukuran kepuasan konsumen. Tingkatan ketiga bisa berisi akun yang mungkin meningkatkan kekhawatiran keandalan dan ketidaksesuaian definisi seperti ukuran kepuasan pelanggan-sebagai lawan investasi untuk mengembangkan kepuasan pelanggan. Di beberapa industri, namun langkah-langkah ini sangat relevan dan mudah terukur dan konsisten dengan tingkat kehandalan yang tinggi.
  • Tingkat keempat adalah item-item yang memenuhi kriteria pengukuran, keandalan dan relevansi, namun tidak memenuhi definisi elemen dari laporan keuangan, seperti metrik sensitivitas risiko. Tingkatan keempat dalam spektrum warna pelaporan dapat ditentukan untuk akun yang memenuhi pengukuran, keandalan dan kriteria relevansi, tapi jelas tidak memenuhi definisi elemen pernyataan akuntansi.

Sumber : https://ekonomija.org/