Vivo Beberkan Alasan Peluncuran 2 Seri Baru S1 dan Z1 Pro

Vivo Beberkan Alasan Peluncuran 2 Seri Baru S1 dan Z1 Pro

Vivo Beberkan Alasan Peluncuran 2 Seri Baru S1 dan Z1 Pro

Vivo Beberkan Alasan Peluncuran 2 Seri Baru S1 dan Z1 Pro
Vivo Beberkan Alasan Peluncuran 2 Seri Baru S1 dan Z1 Pro

Lima tahun keberadaannya di Indonesia

, selama ini Vivo hanya mengusung dua seri andalan, Y dan V. Mulai hari ini, perusahaan menambah dua seri baru untuk konsumen tanah air, S dan Z.

Vivo S1 hadir pertengahan Juli lalu dan hari ini Vivo Z1 Pro resmi edar. Kendati Vivo beralasan target konsumennya berbeda, namun keduanya mengusung harga mirip, di rentang Rp3 jutaan.

Sudah edar sejak bulan lalu, Vivo S1 dijual dengan harga resmi Rp3.599.000 (4/128) sementara produk terbaru perusahaan Vivo Z1 Pro dijajakan Rp3.099.000 (4/64).

Lalu apa alasan Vivo merilis dua seri baru dengan rentang harga sama dan dalam jarak waktu berdekatan (kurang dari satu bulan)?

“Sebenarnya market terbesar berada di harga Rp3 jutaan dan Rp4 jutaan.

Market ini besar banget, karena dia adalah B-class. Ini yang kami coba sasar dengan produk S1 dan Z1 Pro yang hari ini kami luncurkan,” kata Edy Kusuma, Senior Brand Director Vivo Indonesia, usai acara peluncuran Vivo Z1 Pro di Jakarta, Senin (5/8/2019).

Lebih lanjut Edy berharap, dengan diterimanya dua produk terbarunya, market share Vivo akan lebih besar dan menjadi Top 1 brand di Indonesia.

“Kami berharap bisa menjadi leading smartphone di Indonesia. Semoga dengan dua produk ini, tahun depan kami bisa naik jadi Top 2 Brand di Indonesia,” imbuhnya.

Dalam sambutannya pada peluncuran Vivo Z1 Pro hari ini, Edy memaparkan bahwa Vivo telah menjadi Top 5 Brand Smartphone Global dan Top 3 Brand di Indonesia.

“Vivo selalu memberi kejutan dimana Vivo telah membuat kemajuan

dengan menandai lima brand smartphone teratas secara global, dan secara nasional Vivo tsudah menjadi brand dengan pertumbuhan yang cukup pesat, yakni berada di top 3 brand di Indonesia,” kata Edy merujuk laporan GfK per kuartal 1 2019.

Edy menjelaskan bahwa sebenarnya Vivo mengejar Top 3 untuk tahun depan, tapi ternyata sudah bisa diterima masyarakat Indonesia di tahun ini.

“Berarti produk kami diterima dengan baik oleh target market kami,” terang Edy.

 

Sumber :

https://dunebuggyforsale.org/