KONTEMPLASI / PERENUNGAN/ MUHASABAH – Teknik Mengubah Pola Pikir

KONTEMPLASI / PERENUNGAN/ MUHASABAH – Teknik Mengubah Pola Pikir

Kontemplasi berasal dari Bahasa Latin (contemplore) bermakna suatu kesibukan perenungan, memandang bersama hati dan ketenangan pikiran. Kontemplatif merupakan sebuah aktifitas yang mengedepankan kehidupan penuh ketenangan. Ada sebagian cara yang dilaksanakan penduduk cocok bersama keyakinandan keyakinan yang dianut, layaknya bermati raga, dan bertapa, sehingga mampu berdoa dan bersemadi. Dalam ajaran Islam dilaksanakan bersama Muhasabah (evaluasi diri di penghujung malam), iktikaf di masjid, dzikir dan sholat.

Kontemplasi adalah memandang jauh ke depan demi mendapatkan arah dan barangkali tindakan lain (antisipasi) yang lebih bermakna. Ketika dapat melakukan suatu aksi, seandainya saja menyusuri sungai, atau mendaki gunung, didalam benak, kita telah melakukan gladi resik perjalanan. Kita memikirkan barangkali pengalaman yang dapat kita dapatkan ke depan. Membayangkan jalan-jalan yang dapat dilalui, rintangan-rintangan yang barangkali menghalangi dan memikirkan antisipasinya apa.

Kontemplasi adalah termasuk suatu tindakan untuk memahami penuh suatu hal. Memahami tidak cuma hanyalah tahu, namun tersedia pendalaman dan pemaknaan dapat sesuatu dibalik apa yang mampu terindera. Karena kontemplasi, benda mati tidak lagi cuma jadi hanyalah benda mati. Tumbuhan tidak lagi cuma hanyalah calon kayu dan triplek. Binatang tidak lagi cuma hanyalah daging belaka.

Kontemplasi itu bermakna memberi perhatian penuh pada sesuatu obyek. Sangat penting bagi manusia untuk mengimbuhkan peluang kepada dirinya untuk berhenti, dan mengkonsentrasikan diri kepada tiap tiap obyek. Mengamatinya, tanpa memikirkannya, dan lantas menemukan keindahan di dalamnya yang dapat mempunyai manusia pada rasa syukur yang besar kepada realitas tertinggi. Tetapi, lebih penting lagi untuk mendisposisikan diri pada suatu kecenderungan diri untuk senantiasa punya kesadaran mendalam dapat suatu obyek. Melihat bersama sungguh, menjadi bersama sungguh. Lebih pada pemaksimalan daya indera dan rasa, bukan pada pemikiran. Karena pemikiran manusia telah dipenuhi bersama hal-hal yang begitu banyak, bervariasi, penuh bersama ide-ide hasil dari konstruksi kenyataan sosial, konformitas, serta program-program (yang seringkali superficial) yang jikalau manusia hindari dapat mengundang ketakutan-ketakutan yang pada akhirnya mempunyai manusia lagi sibuk berkutat bersama ‘kepalanya’.

Pokok-pokok yang diperlukan didalam melakukan kontemplasi adalah:
Mengenali target (konsep diri manusia)
Melakukan kontemplasi
Mengevaluasi diri
Mengenali pembawaan baik dan jelek diri
Bersihkan hati (qolbu)
Buang pembawaan negatif
Komitmen pada pembawaan positip
Terus menerus melakukan perbaikan

PENJERNIHAN SUARA HATI
Zero mind process merupakan upaya untuk menjernihkan emosi sehingga terbangunlah hati nurani yang suci. God spot memuat kemampuan spiritual manusia yang tertutup oleh beragam belenggu paradigma.

Belenggu-belenggu berikut tanpa disadari telah mengakibatkan manusia jadi buta mata hatinya. Terdapat tujuh belenggu yang menutupi god spot manusia, yakni :
Prasangka negatif
Prasangka negatif mengakibatkan orang jadi tertutup dikarenakan beranggap bahwa orang lain sebagi musuh, cenderung menghindar Info dan tidak mau bekerjasama. Akibatnya justru dapat merugikan diri sendiri turunnya kinerja, lolosnya peluang emas apalagi mampu tersingkir dari tengah pergaulan sosialnya.
Prinsip hidup
Banyak prinsip yang berlaku di kurang lebih kita namun menyesatkan. Seperti prinsip alon-alon asal kelakon atau mangan ora mangan yang penting ngumpul, dsb
Pengalaman
Tidak senantiasa experience is the best teacher jikalau kita tidak mampu mengambil alih hikmahnya.
Kepentingan dan prioritas
Mengambil ketetapan bersama berlandaskan pada kepentingan dapat mengakibatkan kesalahan total.
Sudut pandang
Melihat kasus cuma dari satu sudut pandang cuma dapat memperumit upaya pemecahannya.
Pembanding
Bila memperbandingkan sesuatu bersama persepsi asumsi kita maka berlakulah hukum kaca mata kuda mampu berakibat tidak benar persepsi.
Literatur
Apabila Anda kerap membaca literatur-literatur, ambillah segi positifnya. Bandingkan bersama nada hati Anda. Bila cocok maka itulah yang disebut sebagai anggukan universal (suara kebenaran).

Dalam rangka menuju god spot, terkandung tujuh cara yang wajib ditempuh untuk membuang belenggu yang menutupi zero mind process, yakni :
Hindari prasangka buruk, upayakan berprasangka baik kepada siapapun
Tinggalkan prinsip hidup yang salah, berprinsiplah senantiasa kepada Allah Yang Maha Suci
Tinggalkan pengalaman jaman selanjutnya yang membelenggu pikiran, berpikirlah merdeka, kreatif dan inovatif
Dengarkan semua nada hati sebelum akan memilih kepentingan dan prioritas, berpikirlah melingkar (circular thinking) jadilah bijaksana didalam mengambil alih keputusan
Berpikirlah secara holistic (menyeluruh) bersama memandang permasalahan dari semua sudut pandang secara adil berdasarkan semua nada hati yang bersumber dari asmaul husna
Periksalah asumsi Anda khususnya dahulu sebelum akan menilai orang lain
Jangan terbelenggu oleh pendapat orang lain baik tertulis maupun lisan dikarenakan semua kebenaran bersumber dari Allah SWT.

TUJUH NILAI DASAR
Mempertahankan lebih sulit dari pada merebut, demikianlah berlaku hukum alam atau sunatullah. Oleh dikarenakan itu nilai-nilai spiritual wajib dibingkai bersama sifat-sifat utama layaknya :
Jujur, bermakna kita wajib mampu dipercaya
Tanggung jawab, mampu dipercaya didalam merampungkan tugas dan kewajibannya serta tidak berkhianat jikalau diberi amanah
Visioner, senantiasa bersikap sebagai orang paling akhir (penutup), punya cita-cita atau pandangan ke depan.
Disiplin, berikap teguh hati dan kokoh (menggenggam kekuatan)
Kerjasama, senantiasa berkolaborasi (menghimpun) dan bersatu
Adil, bersikap arif dan bijaksana di didalam mengambil alih ketetapan tanpa merugikan pihak lain (win-win solution)
Peduli, senantiasa mendengarkan dan memahami orang lain (empati) dan merasakan susah orang lain.

MENTAL BULDING PROCESS
Setelah punya kejernihan hati, maka selanjutnya wajib dibangun mental building lewat enam prinsip yang didasarkan pada rukun iman, yakni :
Membangun star principle sebagai pedoman hidup sehingga cuma berorientasi kepada Allah SWT
Memiliki angel principle bersama senantiasa bekerja tanpa pamrih, sehingga Anda dapat dipercaya oleh orang lain
Memiliki leadership principle bersama meneladani kepemimpinan para nabi dan rasul sehingga Anda dapat jadi seorang pemimpin yang berpengaruh
Menyadari dapat pentingnya learning principle menjadikan Anda sebagai manusia pembelajar, sehingga dapat mendorong Anda kepada suatu kemajuan
Mempunyai vision principle bersama visi jauh ke depan, sehingga hidup Anda dapat senantiasa focus
Memiliki well organized principle bersama kebiasaan mengelola hidup secara tertib dan displin menjadikan diri Anda siap, sabar dan ikhlas hadapi tantangan dan resiko.
Inilah sumber kebahagiaan dan ketentraman di didalam hidup Anda dan landasan bagi suatu kecerdasan emosi yang tinggi dan pintu menuju suatu keberhasilan baik lahir maupun batin.

Baca Juga :