Ekonomi dan Standar Kesehatan di Indonesia

Ekonomi dan Standar Kesehatan di Indonesia

Ekonomi dan Standar Kesehatan di Indone

Indonesia masih dianggap sebagai anggota Negara-Negara Dunia Ketiga. Salah satu sifat yang dibawa negara ini adalah sistem kesehatan yang kurang maju dan standarnya rendah (Hoverkort 1999). Situasi ini memang begitu di Indonesia seperti disampaikan Menteri kesehatan Bapak Achmad Sujudi.

Baru-baru ini dia tuntut bahwa fasilitas kesehatan di Indonesia kurang cocok, para dokter kurang berlatih. Sebagai akibat banyak orang harus ke tanah seberang supaya mencari pengobatan yang kualitasnya lebih tinggi (Setiogo 2004:2). Lebih lanjut, bisa dikirakan kebanyakan orang ini yang tidak mempunyai uang cocok untuk mencari pengobatan ke luar negeri harus bergantung pada pengobatan Barat yang kurang maju atau pengobatan alternatif yang sudah sangat terlatih (profesional).

Menurut pendapat beberapa respoden pengobatan alternatif lebih manjur dari pada pengobatan modern karena lebih terlatih di Indonesia. Memang pengobatan sudah diberlatih sejak jaman nenek moyang dan karena itu tampaknya lebih handal. Ini menimbulkan persoalan bahwa walaupun pengobatan modern memiliki reputasi yang baik di dunia barat, standarnya di Indonesia kurang cocok. Pada pihak yang lain pengobatan alternatif sangat terlatih di Indonesia, akan tetapi caranya tidak modern’.

Persoalan ini juga dihadapi negara-negara dunia ketiga lain seperti India. Mahatma Gandhi, Menteri Perdana Bekas India, menganggap bahwa persoalan seperti sudah disebut, memaksa pasien menggantungkan pada pengobatan tradisional/alternatif. Akan tetapi ini tidak dianggap sebagai situasi yang buruk, malahan mengarisbawahi kepentingan pengetahuan dan latihan tradisional (Bakker, 1993:1-2).

Dalam pemasukan hal ini tujuannya bukan untuk mengajukan bahwa pengobatan Barat adalah pilihan yang paling teladan. Malah, tujuannya untuk menanyakan apakah kualitas pengobatan Barat yang rendah di Indonesia membatasi pilihan atau mempengaruhi persepsi terhadap jenis pengobatan ini. Akibatnya, supaya dapat melihat kemungkinan pasien untuk memilih pengobatan alternatif. Tampaknya tidak ada alasan mengenai hal ini dari jawaban para responden. Tetapi ada banyak sumber tertulis yang menyebut hal ini sebagai hal yang berpengaruh.

Baca Juga :