Penderita ODGJ Dipasung 12 Tahun kini Telah Ditangani

Penderita ODGJ Dipasung 12 Tahun kini Telah Ditangani

Penderita ODGJ Dipasung 12 Tahun kini Telah Ditangani

Penderita ODGJ Dipasung 12 Tahun kini Telah Ditangani
Penderita ODGJ Dipasung 12 Tahun kini Telah Ditangani

Tim Penyelenggara Kesehatan Jiwa Masyarakat Kabupaten Kediri mendatangi tempat Miseno dipasung

di sebuah gubuk kecil di belakang bekas rumah orang tuanya di Desa Puncu, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Pria 54 tahun ini telah dipasung selama 12 tahun, oleh keluarganya karena mengidap penyakit gangguan jiwa dan membahayakan warga.

Miseno mulai mengalami gejala gangguan jiwa, setelah pulang dari Surabaya.

Gara-gara tidak kunjung menerima gaji dari perusahaan tempatnya bekerja, dia kemudian mengalami tekanan psikologis. Puncaknya, pada tahun 2007 silam, dia dipasung oleh orang tuanya, usai menganiaya tetangganya.

Baca Juga:

Bupati Hadiri Jagongan Bareng Menuju Kediri Aman
Sekda Kota Kediri Bacakan Pidato Presiden RI di Hari Koperasi Nasional ke- 71
Ketua Desk Pilkada Kota Kediri: Partisipasi Pemilih Bagus
Mas Abu Ingatkan Warga Kota Kediri Belanja dengan Bijak

Sebenarnya Miseno pernah dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya untuk berobat. Tetapi, saat kembali dari perawatan, dia justru membacok tetangganya kembali. Akhirnya pria sebatang kara ini dipasung kembali dengan cara kedua kakinya dirantai sampai sekarang ini.

Tim Penyelenggara Kesehatan Jiwa Masyarakat yang berasal dari lintas sektoral berencana

membebaskan Miseno dari pasungan untuk dirujuk kembali ke Rumah Sakit Jiwa. Tetapi saudara pasien dan warga sekitar masih trauma. Bahkan, warga berencana tidur di balai desa, apabila Miseno dibebaskan usai perawatan medis nantinya.

“Kami berharap, ada solusi terbaik mengenai masalah ini. Sebab, masyarakat sekitar khawatir apabila Miseno pulang dari perawatan rumah sakit akan mengulangi perbuatannya. Karena ini masalah keselamatan, dan taruhannya nyawa,” kata Hengki Dwi, Kepala Desa Puncu.

Etika Siti Rahayu, Kepala Seksi Ptm Dan Keswa Dinkes Kabupaten Kediri mengatakan, pihaknya akan membebaskan Miseno dari pasungan, masih menunggu kesediaan pihak keluarga. Pihaknya berharap keluarga bisa memahami bahwa setiap penderita ODGJ tidak boleh dipasung, karena dapat menganggu proses kesembuhannya dan menghalanginya mendapatkan perawatan.

“Kami menunggu kesediaan keluarga apabila pasien harus dirujuk ke rumah sakit jiwa. Kita berikan kesempatan mereka untuk mempesiapkan,” kata Etika Siti Rahayu.

Tim berencana merujuk Miseno ke RSJ Lawang Malang. Sementara itu, usai menjalani perawatan di rumah sakit jiwa, Miseo tidak langsung dipulangkan, melainkan akan dikirim ke Panti Rehabilitasi Sosial Eks Psikotik di Desa Butuh, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri terlebih dahulu untuk diberikan pelatihan.

Miseno akan dipulangkan apabila kondisi kejiwaanya telah stabil dan pihak keluarga maupun warga sekitar bisa menerimanya, serta memperlakukan dengan benar dan nyaman. Tim berupaya untuk mengedukasi keluarga serta warga

 

Sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/suku-jawa/