Mahasiswa Baru IKIP Budi Utomo Wajib Jaga Persatuan di Kota Malang

Mahasiswa Baru IKIP Budi Utomo Wajib Jaga Persatuan di Kota Malang

Mahasiswa Baru IKIP Budi Utomo Wajib Jaga Persatuan di Kota Malang

Mahasiswa Baru IKIP Budi Utomo Wajib Jaga Persatuan di Kota Malang
Mahasiswa Baru IKIP Budi Utomo Wajib Jaga Persatuan di Kota Malang

Insturut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Budi Utomo (IBU) Malang menerima 1.020 mahasiswa dari berbagai daerah untuk masa penerimaan mahasiswa baru tahun 2019. Mereka diterima untuk masuk ke 7 program studi di kampus ini.

Walikota Malang, Sutiaji berpesan kepada seribu lebih mahasiswa baru, bahwa persatuan

, kebhinekaan dan toleransi sangat dijunjung tinggi. Apalagi IKIP adalah pencetak tenaga pendidik di Indonesia. Setelah lulus mereka bakal mengabdi pada pendidikan.

“Ibu adalah pintu untuk membingkai masa depan, karena salah satu upaya bagaimana membangun bangsa adalah melalui pendidikan. Meski berbeda asal, agama, dan latar belakang, tetapi bendera kita tetap sama yakni merah putih. Pesan ini yang harus disebarkan, sesuatu yang baik harus ditekankan,” kata Sutiaji.

Sutiaji mengatakan, tugas utama mahasiswa adalah belajar. Namun, untuk mengembangkan potensinya, mahasiswa bisa menerapkan dan menggali potensinya melalui kegiatan di luar kampus seperti bergabung dengan organisasi mahasiswa ekstra.

“Tetapi jangan sampai kegiatan di luar ini mengganggu tugas utama. Selain itu,

mahasiswa yang merupakan transisi dari remaja menuju dewasa harus pintar menyaring informasi agar mereka tidak salah arah,” papar Sutiaji.
Baca Juga:

Sepeda Motor Jadi Mesin Pembunuh Mematikan di Indonesia
Ketua PP Malang: Tindak Tegas Perusuh Pilpres Pasca Putusan MK
UMM Launching Bisnis Barunya, Apa Itu?
Masa Tahanan Bupati Malang Rendra Kresna Diperpanjang

Sementara itu, Rektor IBU Malang, Nurcholis Sunuyeko mengatakan, ada 1.500 lebih calon maba

yang daftar ke kampusnya namun karena keterbatasan dosen dan rasio, makanannya dibatasi 1.020 mahasiswa saja yang diterima.

Sehingga IBU melakukan seleksi dengan beberapa kriteria dari total 1.500 calon Maba yang daftar. Dari seribuan mahasiswa tersebut, separuhnya berasal dari luar Malang. Ada juga 22 mahasiswa berasal dari 9 negara, meliputi Eropa, Amerika, Afrika, dan Asia.

“Di tahun ajaran baru ini, pembelajarannya lebih menekankan pada aspek perubahan dari cara belajar yang konvensional ke milenial. Lebih banyak menggunakan teknologi, dan paperless,” tandasnya.

 

Sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/majapahit/