Mantap…!!! Persiapan USBN Jayapura Capai 98%

Mantap...!!! Persiapan USBN Jayapura Capai 98%

Mantap…!!! Persiapan USBN Jayapura Capai 98%

Mantap...!!! Persiapan USBN Jayapura Capai 98%
Mantap…!!! Persiapan USBN Jayapura Capai 98%

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura menyatakan persiapan pelaksanaan ujian sekolah

berstandar nasional (USBN) di daerah ini sudah mencapai 98%.

“Persiapan USBN untuk Kota Jayapura sudah 98%, 2% nanti tinggal pelaksanaan tanggal 20 Maret ini,” kata Kadisdikbud Kota Jayapura I Wayan Mudiyasa, di Jayapura, Senin (13/3/2017).

Menurut dia , USBN untuk jenjang pendidikan SMA/SMK dengan mengujikan empat mata pelajaran, yakni Pendidikan Kewarganegaraan (PKN), Sejarah, Pendidikan Agama, dan tiga mata pelajaran jurusan. “Jadi ada empat mata pelajaran yang nantinya akan diuji, seperti untuk siswa Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam, mata pelajaran yang diujikan yaitu Kimia dan Fisika,” ujarnya.

Sedangkan untuk Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), pelajaran yang diujikan yakni Sosiologi,

Geografi, dan Antropologi. “Sementara untuk Jurusan Bahasa hanya beberapa saja dilaksanakan di sejumlah sekolah Kota Jayapura,” tutur dia.

Dia menjelaskan, soal USBN adalah soal yang dirakit oleh Musyarawah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang sudah mendapatkan pelatihan di Jakarta, seperti soal Fisika dibuat oleh MGMP Fisika. “Saya lihat soalnya sudah selesai lalu diberikan ke kepala sekolah. Integritas kepala sekolah dituntut di situ, sehingga tidak ada soal bocor,” ujarnya pula.

Mudiyasa menjelaskan, USBN berbeda dengan ujian sekolah yang terdahulu, mengingat sekitar 10%-15%

soal langsung dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sekolah menyediakan soal ujian sekitar 80%-85%, contohnya soalnya sekitar 40, akan ada sekitar 10 soal yang dibuat di pusat.

“Sekolah itu hanya menyiapkan 30 soal. Karena itu, integritas sekolah masing-masing diuji pada saat master soal datang ke setiap sekolah,” ucapnya.

Percetakan soal atau penggandaan soal merupakan tanggung jawab setiap sekolah di Jayapura. “Itu berarti kalau ada soal bocor, kepala sekolah dinilai tidak bertanggungjawab,” katanya.*

 

Baca Juga :