Disdik Bentuk Tim Jabar Tolak Kekerasan

Disdik Bentuk Tim Jabar Tolak Kekerasan

Disdik Bentuk Tim Jabar Tolak Kekerasan

Disdik Bentuk Tim Jabar Tolak Kekerasan
Disdik Bentuk Tim Jabar Tolak Kekerasan

BANDUNG – Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat merespons cepat gerakan ’Jabar Tolak Kekerasan Anak’, yang tengah diprogramkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Langkah ini diambil dengan membentuk tim perumus konten dan materi, yang akan disosialisasikan ke lingkungan sekolah.

Kepala Disdik Jabar Dr Asep Hilman MPd menjelaskan, kepanitiaan yang diberi nama

Tim Disdik Jabar Tolak Kekerasan Anak berasal dari internal dinas dan para pendidik, serta pengawas. Mereka dalam waktu terbatas akan menyiapkan format kegiatan efektif. Agar pada puncak pelaksanaan, yang rencananya dilakukan 18 Juli 2016, bisa melahirkan aktivitas masif. Di hari itu bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah.

Oleh karena itu, kata Asep, pada 1 Juli 2016 akan diundang para kepala dinas pendidikan kabupaten dan kota untuk mendapat sosialisasi. Berikut didatangkan pimpinan musyawarah kerja kepala sekolah. Mereka akan menerima sejumlah pedoman pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), yang diharapkan diisi dengan sejumlah materi kampanye Jabar Tolak Kekerasan. Termasuk mendengarkan penjelasan dari Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat Dr Hj Netty Prasetyani.

’’Saya mengapresiasi kecepatan respons tim menyikapi fenomena di lapangan

dan arahan pimpinan,’’ ujar dia saat membuka rapat Tim Disdik Jabar Tolak Kekerasan Anak, di kantornya, Jalan Prof Dr Radjiman, Kota Bandung, kemarin (28/6).

Asep meyakinkan, pada gerakan ini, disdik akan memberi warna sesuai bidangya di dunia pendidikan. Berawal dari sejumlah kasus kekerasan anak di tanah air fenomenanya seperti gunung es. Belum lagi kasus-kasus narkotika yang muncul di kalangan pelajar. Tidak terkecuali sejumlah kasus terjadi di Jabar. ’’Itu memprihatinkan. Bu Netty ingin kita action. Apakah harus menunggu korban lain? Kita perlu memberi warna di tanah legenda ini,’’ kata dia.

Dia menambahkan, tanggal 18 Juli 2016 dipilih sebagai waktu peluncuran dan ikrar Jabar Tolak Kekerasan Anak, karena bertepatan waktunya dengan momen MPLS. Sesuai dengan arahan menteri pendidikan dan kebudayaan, di situ akan disampaikan materi pendidikan karaktter. Selain itu, penghargaan terhadap siswa atau sekolah peserta serangkaian lomba berkait dengan gerakan Jabar Tolak Kekerasan Anak. ’’Ini tidak bisa ditunda-tunda lagi,’’ terang dia.

Di tempat sama, Ketua Tim Teknis Disdik Jabar Tolak Kekerasan Terhadap Anak Dr Dadang

Rahman MPd menyampaikan, setelah sosialisasi dan mendukung peluncuran, akan dilaksanakan Festival Jabar Tolak Kekerasan Anak di akhir kegiatan. Waktunya menjelang akhir tahun.

Sedangkan pada 1 Juli, kepada undangan rencananya disampaikan empat materi. Yakni, tentang waspada kekerasan anak, kesadaran hukum, materi dari Polda Jabar, dan silabus muatan lokal. Dengan begitu, ketika undangan kembali ke daerah masing-masing akan membawa bekal materi yang akan jadi gerakan. Lalu, diterapkan di setiap sekolah.

’’Kami bertekad mendukung upaya yang sudah digaungkan Bu Netty, bahwa tidak boleh ada lagi kekerasan terhadap anak dan perempuan,’’ ungkap dia yang juga kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (

 

Sumber :

https://balikpapanstore.id/teks-prosedur/