Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) Didorong Kembangkan Sistem Pembelajaran Online

Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) Didorong Kembangkan Sistem Pembelajaran Online

Dalam rangka membalas tantangan era revolusi industri 4.0, perguruan tinggi di Indonesia tergolong Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) dituntut kesanggupannya untuk mengerjakan upaya transformasi digital.

Segala aspek kehidupan kampus mesti berubah dengan merealisasikan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi (TIK), baik penerapan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) berbasis daring ataupun ‘blended learning’ sampai transformasi proses administrasi atau manajemen edukasi tinggi berbasis TIK untuk menambah produktivitas dan pun kualitas.

“Saya mendorong PTNU untuk berkolaborasi dan melibatkan Universitas Terbuka dalam penambahan sistem pembelajaran daring ini, supaya PTNU tidak terbelakang dan dapat menjangkau akreditasi A dalam kurun masa-masa 5 tahun kedepan,” ujar Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, pada penjelasan tertulis yang diterima, Rabu (17/10/2018).

Nasir menuliskan dalam mengimplementasikan PJJ, perguruan tinggi mesti mempersiapkan infrastruktur jaringan, sarana dan prasarana, kesebelasan atau unit khusus developer e-learning di perguruan tinggi, sekelompok dosen yang memiliki keterampilan dalam mengembangkan dan mengemban pembelajaran daring. Sedangkan guna mahasiswanya yang mesti dibenahi ialah kesiapan belajar berdikari mahasiswa. Karena dalam pembelajaran daring lebih tidak sedikit mengadopsi istilah self-directed learning.

Selain tersebut Nasir mengingatkan di dalam proses pembelajaran sistem PJJ, kurikulum, pelajaran ajar, proses pembelajaran, dan bahan ujian mesti dalam format standar berbobot | berbobot | berkualitas untuk didistribusikan lintas ruang dan masa-masa dengan memanfaatkan TIK.

Universitas Terbuka (UT) mempunyai kapasitas dan teruji kapabilitasnya dalam meluangkan layanan edukasi tinggi dengan modus PJJ yang dapat menjangkau sekian banyak lapisan masyarakat di semua Indonesia bahkan hingga di luar Negeri. Karena tersebut sudah amat tepat PTNU mengerjakan kerja sama dengan UT untuk menambah mutu pembelajaran daring di PTNU.

Rektor Universitas Terbuka Ojat Darojat berterimakasih sebab UT sebagai pionir PJJ diboncengkan dalam pengembangan sistem pembelajaran daring yang bakal dikembangkan di PTNU.

“Seiring peradaban TIK UT yang telah 34 tahun menjalani sistem pembelajaran daring yang dulunya masih sederhana, dan ketika ini sudah berevolusi menjadi Perguruan Tinggi yang modern, sekarang pekerjaan dari pencatatan sampai dengan modul pembelajaran sudah dilaksanakan secara online. Interaksi akademik ini sudah dilaksanakan lebih dari 36 negara, UT bakal bekerja keras berkolaborasi untuk 5 tahun kedepan LPTNU dapat mengerjakan pemanfaatan proses pembelajaran daring juga,” ungkap Ojat.

Turut muncul juga pada acara ini Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Ali Ghufron Mukti, Sekretaris Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Agus Indarjo, Direktur Pembelajaran Paristiyanti Nurwardani, Rektor UIN Syarief Hidayatullah Dede Rosyada, Wakil Ketua PBNU Mochammad Maksum Machfoedz, serta tamu undangan lainnya.

https://isitup.org/www.pelajaran.co.id