Kaum Muslimin yang Tertindas

Table of Contents

Kaum Muslimin yang Tertindas

Kaum muslimin dibikin gusar oleh kesepakatan antara Rasulullah saw. dan pihak Quraisy yang diwakili oleh Suhail, ayah Abu Jandal r.a. Dalam kesepakatan yang kondang dengan Perjanjian Hudaibiyah itu tertulis bahwa pihak muslimin mesti mengembalikan tiap-tiap orang dari pihak Quraisy yang mengkombinasikan diri dengan kaum muslimin setelah perjanjian selanjutnya disepakati.

Ketika itu datanglah Abu Jandal bin Suhail r.a didalam situasi terikat dan udah mengalami siksaan oleh kaum Quraisy sebab keislamannya. Tentu saja dengan isi perjanjian itu Abu Jandal r.a tidak bakal mendapat pemberian dari kaum muslimin di Medinah sebab ia mesti selalu berada di Mekah dan lagi mengalami siksaan.

Abu Jandal r.a. memohon, “Saudara-saudara muslimin, apakah kalian bakal mengembalikan aku kepada orang-orang musyrik itu agar mereka menyiksaku sebab keislamanku?”

Sebenarnya kaum muslimin tidak tega melihat kekejaman dan penyiksaan kaum musyrikin Quraisy yang ditimpakan kepada Abu Jandal r.a. Rasulullah pun menitikkan air matanya sebab melihat situasi Abu Jandal r.a yang kepayahan dan memelas mohon pertolongan.

Namun, apa energi kendati perjanjian hitam di atas putih belum selesai ditandatangani, Rasulullah saw. selalu mesti mengembalikan Abu Jandal r.a. ke Mekah untuk memenuhi perjanjian tersebut.

Rasulullah bersabda kepada Abu Jandal r.a, “Abu Jandal, bersabarlah, memang Allah bakal beri tambahan jalur terlihat kepadamu dan orang-orang tertindas yang bersamamu.”

Kejadian selanjutnya tidak hanya menimpa Abu Jandal r.a, namun termasuk Utbah bin Asid r.a yang lebih dikenal dengan nama Abu Bashir. Ia melarikan diri dari kota Mekah setelah Perjanjian Hudaibiyah ditandatangani dengan maksud berharap pemberian dari kaum muslimin di Medinah dari penyiksaan kaum Quraisy.

Kemudian kaum musyrikin Quraisy mengirim dua orang utusan untuk berharap Abu Bashir r.a dikembalikan kepada mereka sebab terikat dengan Perjanjian Hudaibiyah. Rasulullah saw pun mengembalikan Abu Bashir r.a kepada mereka.

Namun, di tengah perjalanan lagi ke kota Mekah, Abu Bashir r.a melakukan perlawanan. Ia sukses membunuh keliru satu utusan Quraisy dan sebabkan satu orang lainnya kabur.

Abu Bashir r.a pun lagi ke Medinah menemui Rasulullah saw dan menyampaikan kepada beliau, “Demi Allah, Anda udah mengembalikan aku kepada mereka, namun Allah menyelamatkanku dari tindakan mereka!”

Rasulullah saw selalu bersikukuh tidak bakal menerima Abu Bashir r.a di Medinah. Akhirnya, beliau bersabda, “Orang-orang Quraisy itu bakal celaka terkecuali mereka mengobarkan perang terhadapmu kalau kau ada kawannya!”

Abu Bashir r.a menangkap maksud di balik ucapan Rasulullah saw. Ia pun meninggalkan Medinah, namun bukan untuk ke Mekah, melainkan ke sebuah tempat di tempat pesisir bernama Ish tempat jalur dagang kafilah Mekah menuju Syam.

Ia mengajak semua kaum muslimin, termasuk Abu Jandal r.a untuk meninggalkan kota Mekah dan berhimpun dengannya. Mereka pun menyusun kekuatan di sana dan menjegal dan juga melumpuhkan tiap-tiap kafilah dagang musyrikin Quraisy yang lewat menuju Syam.

Ulah kawanan Abu Bashir r.a dan Abu Jandal r.a yang mengobrak-abrik perdagangan kaum Quraisy sebabkan mereka ‘kebakaran jenggot’. Mereka pun berharap pemberian dari Rasulullah saw di Medinah dan membatalkan pasal yang mulanya dianggap beruntung mereka dan merugikan kaum muslimin.

Akhirnya, Rasullullah saw mengirim utusan kepada kawanan Abu Bashir r.a untuk menghentikan sepak terjangnya terhadap kafilah dagang orang-orang Quraisy dan mengizinkan mereka menetap di Medinah sebab perjanjian yang melarang perihal itu udah dibatalkan.

Sumber : situs bahasa inggris gratis

Baca Juga :