Umat Katolik Indonesia Harus Implementasikan Langkah Paus Fransiskus di Abu Dhabi

Umat Katolik Indonesia Harus Implementasikan Langkah Paus Fransiskus di Abu Dhabi

Umat Katolik Indonesia Harus Implementasikan Langkah Paus Fransiskus di Abu Dhabi

Umat Katolik Indonesia Harus Implementasikan Langkah Paus Fransiskus di Abu Dhabi
Umat Katolik Indonesia Harus Implementasikan Langkah Paus Fransiskus di Abu Dhabi

Penandatanganan bersejarah deklarasi persaudaraan antara Vatikan dan Al Azhar di Abu Dhabi,

Uni Emirat Arab, pada pekan ini hendaknya segera diimplementasikan umat Katolik di Indonesia. Deklarasi yang menyerukan perdamaian di antara negara, agama, dan ras itu merupakan kebutuhan dunia yang menghargai harkat dan martabat manusia tanpa membedakan latar belakang.

Hal itu dikatakan Ketua Forum Komunikasi Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) atau Forkoma menanggapi momentum bersejarah tersebut di Jakarta, Kamis (7/2). Satu bagian penting yang menjadi otokritik bagi semua pihak, termasuk pemuka agama yang termuat dalam deklarasi berjudul “Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama” itu, yakni tentang “Tuhan tidak perlu dibela” yang mengingatkan Hermawi Taslim terhadap artikel yang ditulis oleh mantan presidn KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada waktu itu.

Menurut Hermawi Taslim, dalam tulisannya yang diterbitkan di Majalah Tempo pada 28 Juni 1982, Gus Dur memberi judul artikelnya persis seperti konten penting dalam deklarasi bersejarah tersebut, yakni “Tuhan Tidak Perlu Dibela.” Hal tersebut menjelaskan bahwa Gus Dur mempunyai visi ke depan terkait dengan perdamaian dunia. Padahal, pada waktu itu, Timur Tengah belum mengalami kehancuran seperti saat ini.

“Hampir 37 tahun kemudian, apa yang ditulis oleh Gus Dur sebagai suatu prediksi, analisis tajam

atas perubahan dunia, khususnya di Timur Tengah, terbukti setelah dunia melihat kehancuran senyatanya. Mungkin pada waktu itu, banyak orang tidak menyukai bahkan marah atas apa yang ditulis oleh Gus Dur. Namun, sekarang kita dapat melihat, intuisi tajam, jika tidak boleh disebut sebagai sifat propetik dari seorang Gus Dur, atas apa yang ditulis.

“Pada tahun itu, Timur Tengah masih booming minyak. Negara-negara di sana saling membahu melawan satu musuh bersama, yakni Israel,” tegas Taslim, yang sebagian hidupnya turut mendampingi Gus Dur.

Hermawi Taslim melihat adanya korelasi kuat antara Deklarasi Abu Dhabi yang ditandangani Paus Fransiskus serta Imam Besar Al Azhar, Syeikh Ahmed Al Tayyeb, dan Nostra Aetate yang diterbitkan pada 28 Oktober 1965 oleh Vatikan. Nostra Aetate adalah dokumen penting Konsili Vatikan II yang ditandatangani oleh Paus Paulus VI yang berisi tentang Hubungan Gereja Katolik dengan agama-agama bukan Kristen.

Dalam dokumen Nostra Aetate itu, Paus mendorong seluruh kaum Kristiani dan Muslim

untuk melupakan pertikaian dan permusuhan dari masa lalu dan bekerja sama untuk membela dan mengembangkan keadilan sosial bagi semua orang, nilai-nilai moral maupun perdamaian dan kebebasan.

Ketika perayaan 50 tahun Dokumen Nostra Aetate di Universitas Gregoriana, Roma, pada Otkober 2015, di mana Hermawi Taslim hadir di dalamnya bersama AM Putut Prabantoro (Ketua Gerakan Ekayastra Unmada – Semangat Satu Bangsa) sebagai utusan Indonesia, Vatikan mengadakan konferensi perdamaian internasional di Universitas Gregoriana, Roma, Italia dengan pesan khusus melalui pemutaran film Nostra Aetate, “The Leaven Of Good”.

Pesan yang ingin disampaikan adalah “agama boleh berbeda-beda, namun air mata penderitaan umat manusia tetap sama”. Oleh karena itu, adalah penting bagi para pemuka seluruh agama di dunia untuk bekerja sama membangun perdamaian dunia dan terus berupaya terciptanya kesejahteraan bagi umat manusia.

Hermawi Taslim juga mengingatkan umat Katolik harus memahami betul maksud Paus Fransiskus yang menjelaskan bahwa pertemuannya dengan Imam Besar Al Azhar itu merupakan peringatan 800 tahun pertemuan antara Santo Fransiskus Asisi dan Sultan al-Malik al Kāmil pada 1219.\

 

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/5V74fpaeKI7