Siapkan Guru Berkualitas, Kemdikbud Gandeng Sekolah Internasional

Siapkan Guru Berkualitas, Kemdikbud Gandeng Sekolah Internasional

Siapkan Guru Berkualitas, Kemdikbud Gandeng Sekolah Internasional

Siapkan Guru Berkualitas, Kemdikbud Gandeng Sekolah Internasional
Siapkan Guru Berkualitas, Kemdikbud Gandeng Sekolah Internasional

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

(Kemdikbud), Supriano mengatakan, di era revolusi industri 4.0 ini, pendidikan tidak hanya berfokus pada proses, tetapi pada konten pembelajaran. Untuk itu, pihaknya menitikberatkan perhatian pada pelatihan guru agar dapat mengubah pola pembelajaran dalam kelas dengan berbasis pada konten. Salah satu cara yang dilakukan adalah menggandeng sekolah internasional.

Supriano menyebutkan, sejauh ini Satuan Pendidikan Kerja sama (SPK) atau dikenal dengan sekolah internasional adalah lembaga pendidikan yang telah menerapkan sistem pembelajaran berbasis konten. Bahkan, mereka juga membagi praktik baik tersebut kepada para guru di sekolah negeri dan sederajat dalam satu gugus atau zonasi melalui program Innovative Schools Programme (ISP) yang telah berjalan selama sembilan tahun.

“Adanya pelatihan kepada guru yang dilakukan SPK dengan metode ISP ini tentunya

akan dengan mudah mendorong para guru mengubah pola pembelajaran selama ini. Sebab, konten pembelajaran yang diberikan ini didesain oleh SPK sesuai dengan kebutuhan para guru,” kata Supriano pada Perayaan Tahunan Pertama dan Lokakarya Komunitas ISP di Gedung Jakarta Intercultural School (JIS) Jakarta, Sabtu (9/2).

Lanjut Supriano, praktik baik yang dilakukan SPK ini diharapkan akan terus berlanjut. Bahkan, ia berharap ada kerja sama dengan Kemdikbud untuk mengembangkan skema ini dalam pelatihan guru pada Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang berbasis zonasi.

Kemdikbud bahkan berencana untuk melibatkan SPK dalam skema zonasi. Supriano

menjelaskan, model desain proses pembelajaran yang menyenangkan dengan fokus mengajarkan anak untuk dapat berpikir kritis dan berani menyampaikan sesuatu dan inovasi, serta kreativitas yang telah berhasil dikembangkan oleh ISP ini dapat dijadikan salah contoh untuk skala nasional.

Supriano menilai, skema pelatihan ini sama pentingnya dengan pengiriman guru ke luar negeri. Pasalnya, para instruktur ISP ini merupakan para guru SPK asal luar negeri yang memiliki pengalaman dalam menjalankan sistem pendidikan dengan metode yang menyenangkan. Fokus peningkatan mutu yang dilakukan bukan lagi pada proses tetapi pada konten pembelajaran.

 

Baca Juga :