Perjuangan Menuju Negara Republik Indonesia

Perjuangan Menuju Negara Republik Indonesia

Perjuangan Menuju Negara Republik Indonesia
Negara kesatuaan Republik Indonesia (NKRI) terbentuk bersama perjuangan luar biasa para pendiri Negara. Komitmen kuat untuk mendirikan negara kesatuan merupakan basic perjuangan para pendiri negara. Motivasi untuk mewujudkan negara kesatuan ini selanjutnya menghantarkan bangsa Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan dan bisa jadi negara yang berdiri sejajar bersama negara-negara lainnya di dunia. perjuangan mengandung makna usaha yang serius untuk menggapai sesuatu. Bagi bangsa Indonesia, perjuangan didalam mendirikan NKRI diawali sejak terjadinya penjajahan.

Latar belakang perjuangan kemerdekaan;
Perasaan senasib dan sepenanggungan,
Adanya kesadaran bahwa kemerdekaan merupakan hak asasi yang mesti dimiliki,
Keinginan luhur bangsa Indonesia agar memperoleh kehidupan berbangsa yang bebas didalam rangka mewujudkan cita-cita nasional dan obyek negara,
Adanya nilai-nilai luhur dan agama yang dijiwai dan pengaruhi bangsa Indonesia layaknya persamaan derajat, harkat, dan martabat serta hak dan kewajiban sesama umat manusia sebagai makhluk Tuhan.
Sejarah Menuju NKRI
Sejarah menuju lahirnya NKRI makin lama kuat sehabis Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Kota Hirosima di Jepang dibom atom oleh Amerika Serikat (AS) pada 6 Agustus 1945, kemudian disusul bersama kota Nagasaki pada 9 Agustus 1945. Pemimpin-pemimpin Jepang menyadari bahwa negaranya udah mendekati kekalahan. Peristiwa itu mendorong para pemuda bersama jiwa muda dan semangatnya bergerak mendesak “golongan tua” untuk segera memproklamirkan kemerdekaan.

1) Peristiwa Rengasdengklok
Peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa dibawanya Ir. Soekarno dan Moh. Hatta oleh para pemuda dan kemudian dibawa ke Rengasdengklok. Pada tanggal 14 Agustus 1945, Jepang menyerah kalah kepada Sekutu. Saat itu berjalan kekosongan kekuasaan di Indonesia, sebab Inggris (yang bertugas memelihara keamanan Asia Tenggara, terhitung Indonesia) belum tiba di Indonesia. Situasi itu kemudian dimanfaatkan para tokoh, terlebih para pemuda untuk buat persiapan proklamasi kemerdekaan.

Para pemuda yang dipimpin Sukarni dan Wikana mendesak Ir. Soekarno dan Moh. Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan sementara itu juga. Tetapi, Soekarno menolak keinginan itu, sebab hendak berunding bersama para anggota PPKI dahulu. Hal itu dianggap para pemuda sebagai tindakan yang lamban. Akhirnya, pada tanggal 16 Agustus 1945 dinihari, Ir. Soekarno dan Moh. Hatta dibawa para pemuda ke Rengasdengklok. Tujuannya adalah agar Ir. Soekarno dan Moh. Hatta tidak terbujuk oleh Jepang.

Di Rengasdengklok, situasi jadi tegang, Ir. Soekarno oleh golongan pemuda diminta agar memenuhi keinginan rakyat Indonesia memproklamasikan kemerdekaan bersama kekuatan bangsa Indonesia sendiri. Setelah berdebat panjang, desakan para pemuda selanjutnya disanggupi oleh Ir. Soekarno yang akan segera memproklamasikan kemerdekaan, tetapi dilaksanakan di Jakarta. Tentunya jawaban ini disambut gembira oleh para pemuda dan prajurit Peta yang melindungi Ir. Soekarno.

Sementara itu, di Jakarta, golongan muda yang diwakili Wikana dan golongan tua yang diwakili Mr. Ahmad Soebardjo melaksanakan perundingan. Ahmad Soebardjo menyetujui untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta, maka diutuslah Yusuf Kunto untuk mengantar Ahmad Soebardjo ke Rengasdengklok untuk menjemput Ir. Soekarno dan Moh. Hatta ulang ke Jakarta.

2) Perumusan Teks Proklamasi Kemerdekaan
Pada 16 Agustus 1945, rombongan berasal dari Rengasdengklok hingga di Jakarta. Ir. Soekarno dan Moh. Hatta dibawa ke rumah Laksamana Maeda (Perwira Tinggi AL Jepang) yang bersimpati kepada perjuangan kemerdekaan Indonesia. Mereka mengadakan rapat terasa pukul 24.00-03.00 malam Jumat. Meskipun tidak mendapat persetujuan berasal dari Jepang, Ir. Soekarno dan Hatta segera merumuskan teks proklamasi bersama postingan tangan sendiri. Kalimat pertama berbunyi “Kami rakyat Indonesia bersama ini menunjukkan kemerdekaan Indonesia” yang kemudian dirubah jadi “Kami bangsa Indonesia bersama ini menunjukkan kemerdekaan Indonesia” berasal berasal dari Ahmad Soebardjo. Kalimat ke dua oleh Ir. Soekarno yang berbunyi “hal-hal yang perihal pemindahan kekuasaan dan lain-lain akan diadakan bersama langkah yang secermat-cermatnya serta didalam tempo yang sesingkat-singkatnya”. Kedua kata-kata ini kemudian digabung dan disempurnakan oleh Moh. Hatta agar berbunyi layaknya teks proklamasi yang kami milik sekarang.

Ir. Soekarno kemudian meminta semua yang ada menandatangani naskah proklamasi itu “selaku wakil-wakil bangsa Indonesia”. Tetapi Sukarni selaku tidak benar satu pimpinan golongan pemuda agar Soekarno Hatta menandatangani atas nama bangsa Indonesia. Selanjutnya Ir.Soekarno meminta Sayuti Melik untuk mengetik naskah itu bersama lebih dari satu pergantian yang udah disetujui. Ada tiga pergantian redaksi atas teks proklamasi, yaitu sebagai berikut;
Kata “tempoh” diganti kata “tempo”
“Wakil bangsa Indonesia” diganti bersama “atas nama bangsa Indonesia” dan
Cara menulis tanggal “Djakarta, 17-8-05” diganti “Djakarta, hari 17, boelan 08, tahoen 05”.

Selanjutnya sehabis diketik oleh Sayuti Melik, teks proklamasi ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta.

3) Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan
Pada awalnya, proklamasi kemerdekaan akan dilaksanakan di Lapangan Ikada. Tetapi pada selanjutnya proklamasi dibacakan di rumah Ir. Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur No 56. Jakarta. Berita akan dibacakannya proklamasi itu segera menyebar ke berbagai daerah agar keesokan harinya secara serentak warga berkumpul di rumah Ir. Soekarno.

Pada 17 Agustus 1945, bertepatan bersama hari Jumat Legi pas pukul 10.00 WIB di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta disaksikan ± 1000 orang, dilaksanakanlah pembacaan teks proklamasi oleh Ir. Soekarno bersama didampingi Moh. Hatta, atas nama bangsa Indonesia.

Setelah teks proklamasi dibacakan,dikibarkan Sang Saka Merah Putih oleh Suhud dan Latief Hendradiningrat, tetapi secara spontan peserta menyanyikan lagu “Indonesia Raya”, agar hingga sekarang tiap tiap pengibaran bendera didalam upacara bendera selamanya diiringi bersama lagu Kebangsaan “Indonesia Raya”.

Berita proklamasi menyebar bersama cepat keseluruh Indonesia apalagi muncul negeri. Berita kemerdekaan Indonesia disebarkan para pemuda dan mahasiswa bersama selebaran kertas ataupun postingan tangan diberbagai tempat. Rakyat melaksanakan doa syukur atas kemerdekaan bangsa Indonesia.

4) Makna Proklamasi Kemerdekaan
Proklamasi Kemerdekaan bagi bangsa Indonesia bermakna berakhirnya masa penjajahan dan mulainya kehidupan sebagai bangsa yang merdeka.

Proklamasi kemerdekaan Indonesia memilik makna penting bagi Indonesia yakni;
Merupakan titik berakhirnya segala bentuk penjajahan di Indonesia
Awal berdirinya NKRI
Merupakan titik kulminasi/puncak perjuangan pergerakan kemerdekaan
Titik penjebolan hukum kolonial dan berlakunya hukum nasional
Sebagai jembatan emas menuju cita-cita nasional.
Kemerdekaan merupakan titik puncak/ peristiwa puncak didalam perjuangan bangsa Indonesia menentang penjajahan. Proklamasi kemerdekaan adalah sumber hukum bagi pembentukan negara Indonesia. Proklamasi kemerdekaan jadi layanan untuk mewujudkan masyarakat yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur layaknya yang dicitakan.

Teks proklamasi disusun didalam situasi genting dan mendesak, tetapi bukan bermakna teks proklamasi tidak miliki legalitas dan makna yang mendalam. Teks proklamasi disusun secara singkat, dan hanya terdiri berasal dari dua alinea. Kedalaman makna yang termuat didalam teks proklamasi sementara itu.

Makna teks Proklamasi;
Alenia pertama teks proklamasi berbunyi “Kami bangsa Indonesia bersama ini menunjukkan kemerdekaan Indonesia”, hal ini mengandung makna kemerdekaan bangsa Indonesia udah dinyatakan dan diumumkan kepada dunia, sedangkan didalam alinea ke dua berbunyi “hal-hal yang perihal pemindahan kekuasaan dan lain-lain akan diadakan bersama langkah yang secermat-cermatnya serta didalam tempo yang sesingkat-singkatnya” mengandung maksud bahwa agar pemindahan kekuasaan pemerintahan dan kekuasaan didalam bidang senjata mesti dilaksanakan secara hati-hati dan penuh perhitungan agar tidak berjalan pertumpahan darah secara besar-besaran. ciri ciri makhluk hidup tema 1 kelas 3

Proklamasi Kemerdekaan bagi Bangsa Indonesia memilik makna yang bisa kami telaah berasal dari berbagai aspek;
1. Aspek Hukum
Proklamasi merupakan pengakuan keputusan politik tetinggi bangsa Indonesia untuk menghapuskan hukum kolonial dan diganti bersama hukum nasional, yaitu lahirnya NKRI.

2. Aspek Historis
Proklamasi merupakan titik akhir peristiwa penjajahan di bumi Indonesia sekaligus jadi titik awal Indonesia sebagai negara yang merdeka bebas berasal dari penjajahan bangsa lain.

3. Aspek Sosiologis
Proklamasi menjadikan pergantian berasal dari bangsa yang terjajah jadi bangsa yang merdeka. Proklamasi beri tambahan rasa bebas dan merdeka berasal dari belenggu penjajahan.

4. Aspek Kultural
Proklamasi membangun peradaban baru berasal dari bangsa yang digolongkan pribumi (pada masa penjajahan Belanda) jadi bangsa yang mengakui persamaan harkat, derajat, dan martabat manusia yang sama.

5. Aspek Politis
Proklamasi menunjukkan bahwa bangsa Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat dan mempunyai kedudukan sejajar bersama bangsa-bangsa lain di dunia.

6. Aspek Spiritual
Proklamasi yang diperoleh merupakan berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa yang meridhoi perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah. Kemerdekaan bangsa Indonesia tidak terlepas berasal dari doa semua rakyat Indonesia kepada Tuhan Yang Maha Kuasa untuk segera terlepas berasal dari penjajahan.

Baca Juga :