Wisuda Pertama Pelajar Indonesia di Sudan

Wisuda Pertama Pelajar Indonesia di Sudan

Wisuda Pertama Pelajar Indonesia di Sudan

Wisuda Pertama Pelajar Indonesia di Sudan
Wisuda Pertama Pelajar Indonesia di Sudan

Untuk pertama kalinya sejak 1982, PPI Sudan bekerjasama dengan KBRI Khartoum

dan Ikatan Mahasiswa Indonesia (IMI) mengadakan wisuda untuk pelajar Indonesia di Sudan.

Bertempat di Women’s Union Hall pada Jumat (20/10), prosesi wisuda diikuti oleh 45 wisudawan dan 5 wisudawati program sarjana sampai doktoral dari berbagai universitas yang ada di Sudan.

Turut hadir dalam prosesi wisuda Duta Besar RI untuk Sudan dan Eritrea, Burhanuddin Badruzzaman dan wakil rektor University of the Holy Quran and Islamic Sciences, Prof Muawiyah Sayyid Ahmad Sayyid, serta perwakilan lain, Dr Muhammad Hasan Ridlo dan Dr Faisal Mahmud.
Wisuda mahasiswa Indonesia di Sudan
Situasi wisuda mahasiswa Indonesia di Sudan. (IMI for Jawa Pos.)

Pada kesempatan ini, Prof Muawiyah menyampaikan selamat kepada para wisudawan.

Dia mengatakan bahwa ini bukanlah akhir, melainkan awal dari berbagai hal yang harus dijalani berikutnya. Beliau pun memuji kegigihan mahasiswa Indonesia dalam belajar serta memuji perilaku baik mahasiswa Indonesia selama berkomunikasi dengan mereka.

“Saya sangat bahagia dapat mengenal mahasiswa Indonesia. Mereka ramah, murah senyum, menghormati siapapun yang lebih tua, serta rajin dalam segala hal,” ujar Prof Muawiyah.

Setelah itu, Bapak Duta Besar RI, Drs. Burhanuddin Badruzzaman mengatakan,

ada beberapa hal yang beliau garis bawahi sebagai kewajiban para intelektual. ’’Kita harus membantu negara Sudan untuk dapat lebih maju kedepan, karena bagaimanapun Sudan adalah saudara bagi bangsa Indonesia.”

Selain itu Burhanuddin Badruzzaman pun menekankan kepada para wisudawan agar tidak berhenti belajar dan menebar manfaat kepada siapa pun. ’’Kewajiban anda untuk terus berkarya, terus mengabdi, terus melakukan penelitian, terus melakukan pengembangan. Karena ini adalah konsekuensi Anda. Bukan sebagai mahasiswa, tapi intelektual,’’ paparnya. (ina)

 

Baca Juga :