COTYLODA

COTYLODA

COTYLODA

COTYLODA
COTYLODA

 

MORFOLOGI, Skolek, berbentuk seperti sendok, memiliki 2 buah

alat perlekatan yang berupa celah otot longitudinal disebut Bothria dan tidak memiliki kait, juga tidak memiliki rostelum (4,3). Kolum dan Proglotid sama dengan pada pendahuluan. Telur : awal perkembangan telur sama sepenuhnya terjadi didalam uterus, hanya saja telur kelas Cotyloda setelah keluar dari dalam usus hospes definitif memerlukan perkembangan embrional sekali lagi sehingga didalam telur terbentuk Korasidium yang memiliki silia

 

Siklus hidup :

memerlukan 2 HI, telur yang memiliki operkulum akan keluar bersama tinja, Korasidium akan keluar dari dalam telur melalui operkulum, karena memiliki silia akan berenang mencari HI.I. Korasidium akan menempel pada bagian lunak dari HI. I, kemudian melepaskan silianya dan menggunakan kaitnya menusuk bagian lunak dan menerobos masuk kedalam tubuh HI.I. Didalam tubuh HI. I, korasidium akan berkembang menjadi Proserkoid. Jika HI. I termakan oleh HI. II maka proserkoid akan berkembang lebih lanjut menjadi Pleroserkoid yang bersifat infektif. H D akan terinfeksi jika menelan HI. II yang infektif

Catatan :

Korasidium akan menempel pada bagian lunak (lembut) dari Hospes Intermedier I, melepaskan silia dan baru menembus kutikula dan berkembang menjadi Proserkoid. Korasidium akan mati jika 24 setelah keluar dari telur tidak menemukan HI.I. Berbeda dengan Eucestoda, dimana Onkosfer tidak bisa berenang dan harus dimakan oleh HI.I

 

Kelas Cotyloda memiliki 4 Ordo, antara lain :

(1) Diphyllidea

(2) Pseudophyllidea

(3) Spathebothriidea dan

(4) Caryophyllaeidea.

Dari ke-4 ordo diatas, hanya satu ordo yang penting untuk kedokteran hewan yaitu Ordo Diphyllidea. Ordo Diphyllidea hanya memiliki satu familia yaitu : Diphyllobothriidae dan memiliki 2 genus antara lain :

(1). Diphyllobothrium dan

(2). Spirometra

Sumber : http://ahmadali.wagomu.id/e103448.html