Pengertian Model Pembelajaran Metaforik

Pengertian Model Pembelajaran Metaforik

Model pembelajaran metaforik adalah suatu aktivitas pembelajaran yang menggunakan metafor dalam kegiatannya. Kegiatan metafor ini ditunaikan bersama dengan langkah subtitusi ide atau ide. Melakui subtitusi ini, sistem kreatif diinginkan dapat terjadi.

Individu dapat menghubungkan pada yang umum dan tidak umum bersama dengan demikian sepanjang aktivitas metaforik, siswa mengupayakan sebabkan inovasi dan mengembangkan imajinasi. ( Torrence, 1986 ). Metafor mengenalkan jarak konseptual pada peserta didik bersama dengan object atau pokok kasus dan mengimbuhkan pas untuk berpikir secara reflektif.

Semakin besar jarak konseptual, makin besar mungkin untuk beroleh ide dan makin dalam dan luas dalam mengimbuhkan pendapatan terhadap suatu permasalahan. Dalam perihal ini Joyce ( 1978 ) menyebutkan adanya empat jarak konseptual, yaitu : (1) Mendeskripsikan masalah, (2) Mengindentifikasi kasus bersama dengan melibatkan emosi, (3) Mengidentifikasi kasus bersama dengan simpateti, dan (4) Mengidentifikasi kasus bersama dengan melibatkan empatik.

Jarak konseptual tercermin dan dapat menciptakan keterlibatan emosional dan mengimbuhkan struktur kepada subyek untuk mendapatkan cara-cara berfikir baru.

Tentang keterlibatan emosional ini Gordon ( 1978 ) memberikan pendapat bahwa untuk meningkatkan keberhasilan dalam suatu suasana pemecahan masalah, elemen irasional, elemen emosional perlu dipahami. Dengan langkah seperti ini Peserta didik dapat membedakan perihal yang umum dan yang tidak lazim. Dalam perihal ini aktivitas metafor dirancang untuk mengimbuhkan suatu pertolongan struktur yang dapat digunakan peserta didik untuk melepas dirinya dan mengembangkan imajinasi dan pemahaman kedalam aktivitas sehari-hari.

Gordon mengajukan tiga style metaforik
Analogi langsung. Analogi segera merupakan pembandingan simple berasal dari dua object atau konsep. Fungsinya adalah untuk merubah rangkaian suasana topik riil atau suasana kasus bersama dengan suasana yang lain untuk menyajikan suatu pandangan baru berkenaan suatu ide atau masalah. Agar dapat melakukan analogi langsung, peserta didik perlu studi bersama dengan langkah menganalogikan suasana object kedalam latar baru disamping studi cara-cara mengubah perumpamaan.
Analogi personal dalam analogi personal peserta didik melibatkan dirinya sebagai object yang dibandingkan. Misalnya : Andaikan anda orang tua mempunyai dua anak bagaimana langkah membagi bingkisan bersama dengan adil ?.
Konflik Kempaan. Tujuan konflik Kempaaan adalah mempertajam insting untuk memperluas munculnya ide mode baru terhadap diri peserta didik. Dalam aktivitas konflik kempaan Peserta didik dapat merefleksikan aktivitas mental yang tinggi. Dalam aktivitas ini peserta didik dapat mencampurkan aktivitas titik pandang yang berlainan terhadap suatu object atau ide berasal dari lebih dari satu kerangka acuan yang berbeda. Kegiatan bakal membuahkan uraian berkenaan suatu object berdasarkan dua frase yang kontradiktif.

Baca juga :