Mikroalga Genus Haslea Sebagai Sumber Daya Hayati Laut dan Potensi Aplikasinya

Mikroalga Genus Haslea Sebagai Sumber Daya Hayati Laut dan Potensi Aplikasinya

Mikroalga Genus Haslea Sebagai Sumber Daya Hayati Laut dan Potensi Aplikasinya

Mikroalga Genus Haslea Sebagai Sumber Daya Hayati Laut dan Potensi Aplikasinya
Mikroalga Genus Haslea Sebagai Sumber Daya Hayati Laut dan Potensi Aplikasinya

BANDUNG-Riung Karsa (Riset Unggulan Unpad Dan Kerjasama

Untuk Masyarakat Sejahtera) kembali digelar. Kali ini proyek penelitian yang mengidentifikasi keanekaragaman hayati dan kimiawi dari mikroalga diatom Genus Haslea yang diberi nama GhaNa (Genus Haslea, New marine resources for Aquaculture) Project.

Dalam siaran pers Humas Unpad, GhaNA ect bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengkarakterisasi sumber hayati laut, untuk aplikasi bioteknologi yang berkelanjutan di bidang akuakultur, kosmetika dan memungkinkan juga dalam bidang industri pangan dan industri kesehatan. Selain itu penelitian ini juga ditujukan untuk mengembangkan produksi berskala besar untuk aplikasi industri dengan memaksimalkan produksi biomassa dan senyawa bernilai tinggi lainnya, termasuk terpenoid, pigmen marennine, lipid dan juga skeleton berbahan silika.

Projek yang mendapatkan hibah dari program penelitian dan inovasi

Uni Eropa Horizon 2020 dan berlangsung dari tahun 2017 hingga 2021 ini diketuai oleh Prof. Jean-Luc Mouget dari Universite Le Mans, Perancis.

Sebanyak 21 institusi akademik dari 12 negara tergabung dalam projek ini, yaitu Perancis (Universite Le Mans, Universite de Nantes, IFREMER), Inggris (Cardiff University), Yunani (Panepistimio Kritis), Polandia (Uniwersytet Szczecinski), Denmark (Kobenhavns Universitet), Spanyol (Universidad de Las Palmas de Gran Canaria), Swiss (Zurcher Hochschule Furangewandte Wissenschaften), Algeria (Université D’Oran), Indonesia (Universitas Padjadjaran, Universitas Brawijaya, Universitas Tanjungpura), Vietnam (University of Saigon), Kanada (Université Laval, Université du Québec à Rimouski, Mount Allison University), Amerika (Stony Brook University, Middle Tennessee State University, University of Arkansas, University of Tasmania).

Selain itu, terdapat satu partner industri dari Prancis, yaitu Microphyt SA

. Saat ini, peneliti-peneliti Unpad yang berpartisipasi dalam projek GhaNA berasal dari berbagai fakultas yang tergabung dalam Pusat Riset Bioteknologi Molekular dan Bioinformatika, yang dipimpin oleh Prof. Toto Subroto, M.S., dengan anggota tim Muhammad Yusuf, Ph.D dan Fiddy Semba Prasetiya, S.Pi., M.Sc., Ph.D. Fokus utama Unpad dalam projek ini adalah penentuan struktur kimia molekul marennine, yang sampai saat ini belum diketahui.

Selama dua tahun partisipasi Unpad berbekal ekspertise bioteknologi, biokimia, bioinformatika, ilmu farmasi, dan biologi laut, para peneliti telah berhasil menemukan beberapa hasil penelitian yang mengarahkan penemuan struktur pasti dari marennine tersebut. Hal ini  berperan penting dalam penentuan struktur marennine yang telah ratusan tahun belum berhasil ditentukan dengan pasti oleh  para peneliti di dunia.

Dengan ditemukannya struktur pasti marennine, maka eksplorasi biopigmen ini dalam  bidang pangan dan kesehatan akan lebih jelas dan terarah. Genus Haslea dengan tipe spesies Haslea Ostrearia, mampu menghasilkan marennine. Marennine adalah suatu  pigmen yang dapat larut dalam air yang biasa digunakan untuk menghijaukan kerang di Prancis Barat.jo

 

 

Baca Juga :