PTN akan terima mahasiswa difabel

PTN akan terima mahasiswa difabel

PTN akan terima mahasiswa difabel

PTN akan terima mahasiswa difabel
PTN akan terima mahasiswa difabel

Sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) akhirnya merevisi

persyaratan masuk bagi penyandang disabilitas pada seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN).

Kepala Humas Panitia SNMPTN 2014 Bambang Hermanto mengatakan, sejak Jumat 7 Februari lalu panitia SNMPTN sudah berkomunikasi dengan pimpinan PTN. Mereka menggelar rapat membahas persyaratan pendaftaran untuk berbagai program studi di masing-masing PTN.

“Pimpinan PTN setuju untuk merevisi persyaratan pendaftaran masuk. Kami akan menindaklanjutinya,” katanya, Rabu (12/3/2014).

Bambang menyebutkan, sampai Selasa (11/3) kemarin sudah ada beberapa PTN

yang menyampaikan surat ke Ketua Umum Panitia SNMPTN 2014 Idrus Paturussi. PTN itu adalah UIN Syarif Hidayatullah, Universitas Padjajaran (Unpad), dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ketiga PTN menyepakati untuk merevisi syarat masuk di program studi yang tidak lagi membatasi difabel untuk kuliah.

Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Idrus Paturussi menyatakan, pihaknya sudah memberitahukan ke Mendikbud dan Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud tidak semua program studi membatasi pendaftaran masuk bagi difabel.

Bahkan di kampus yang dipimpinnya yakni di Universitas Hasanuddin (Unhas)

banyak mahasiswa difabel yang sedang menempuh strata tiga (S3). “Tidak ada aturan umum yang membatasi mahasiswa disabilitas untuk kuliah. Kami menerima mereka dengan terbuka,” ungkapnya.

Namun Idrus mengungkapkan, ada beberapa fakultas yang mencantumkan syarat masuk. Seperti di fakultas kedokteran yang tidak menerima mahasiswa buta warna karena akan berdampak negatif bagi profesi itu sendiri. Dia tidak dapat membayangkan betapa fatalnya jika seorang dokter tidak mampu membedakan warna darah yang merah ketika akan mengoperasi pasiennya.

Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Bedjo Sujanto menyampaikan, UNJ menerima calon mahasiswa difabel untuk mendaftar. Bahkan hal ini sudah menjadi kebiasaan setiap tahun.

Bedjo menjelaskan, di kampusnya terdapat ada program studi pendidikan luar biasa yang dapat dimasuki mahasiswa difabel. Namun banyak juga program studi di UNJ yang dapat dimasuki penyandang disabilitas. Siswa yang tuna netra bisa saja mengambil jurusan bahasa Inggris ataupun sastra.

Menurut dia, sampai saat inipun tidak ada kendala dalam proses belajar mengajar mereka. “Jika ada dosen yang kesulitan maka akan dibantu dari dosen yang mengajar di pendidikan luar biasa. Intinya kami menerima dan membantu mereka untuk kuliah di UNJ,” tuturnya.

 

Sumber :

http://blog.ub.ac.id/petrusarjuna/pengertian-lembaga-agama-fungsi-tujuan-dan-macamnya/