BAGIAN-BAGIAN TELINGA MANUSIA

BAGIAN-BAGIAN TELINGA MANUSIA

BAGIAN-BAGIAN TELINGA MANUSIA

BAGIAN-BAGIAN TELINGA MANUSIA
BAGIAN-BAGIAN TELINGA MANUSIA
Tiga serpihan utama dari pendengaran insan ialah pendengaran luar, pendengaran tengah, dan pendengaran serpihan dalam. Kerja dari pendengaran insan ialah sedemikian rupa sehingga gelombang bunyi melaksanakan perjalanan dari pendengaran luar ke pendengaran tengah, yang kemudian diteruskan ke pendengaran serpihan dalam bentuk gelombang kompresi. Di pendengaran serpihan dalam, gelombang kompresional diubah menjadi impuls listrik yang dirasakan oleh otak. Dengan cara ini, kita sanggup mendengar dan membedakan banyak sekali jenis suara. Mari kita bahas secara singkat ihwal bagian-bagian yang berbeda dari pendengaran insan dan tugas mereka dalam mendengar.

Telinga luar

Ini pendengaran luar atau pendengaran serpihan luar ialah serpihan yang terlihat dari telinga, yang berfungsi sebagai organ pelindung untuk gendang telinga. Ini mengumpulkan dan memandu gelombang bunyi masuk ke pendengaran tengah. Telinga luar terdiri dari dua serpihan berikut. (http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/lembaga-agama/)
  • Lipatan Telinga (Pinna) – Gelombang bunyi masuk ke pendengaran melalui flap atau lipatan pendengaran atau pinna.
  • Saluran Telinga (Meatus) – Saluran pendengaran mempunyai panjang sekitar 2 cm. Ini menguatkan gelombang bunyi dan menyalurkan mereka ke pendengaran tengah. Kelenjar keringat yang hadir dalam susukan ini, yang mensekresi kotoran telinga.

Telinga Tengah

Telinga tengah, terletak di antara pendengaran luar dan pendengaran serpihan dalam, mencicipi gelombang bunyi dari pendengaran luar dalam bentuk gelombang tekanan. Telinga tengah ialah rongga berisi udara dan terdiri dari bagian-bagian berikut.
  • Gendang pendengaran (membran timpani) – Gendang pendengaran ialah selaput tipis yang bertindak sebagai partisi antara pendengaran luar dan pendengaran tengah. Bergetar dengan cepat mendapatkan gelombang suara, dan mengubah energi bunyi menjadi energi mekanik.
  • Malleus – Ini ialah tulang kecil, yang terletak di sebelah gendang telinga. Karena terletak berdekatan dengan gendang telinga, getaran dari gendang pendengaran mengakibatkan Malleus bergetar.
  • Anvil (Inkus) – Anvil ialah tulang kecil lain di samping malleus, itu bergetar dalam menanggapi getaran malleus.
  • Stirrup (Stapes) – Serupa dengan malleus dan anvil, sanggurdi ialah tulang kecil di pendengaran tengah. Akhirnya, juga bergetar dan meneruskan  kompresi gelombang ke pendengaran serpihan dalam.

Telinga dalam (Labyrinth)

Telinga serpihan dalam, menyerupai namanya, ialah serpihan terdalam dari telinga. Hal ini diisi dengan zat menyerupai air dan terdiri dari baik untuk pendengaran dan keseimbangan organ. Telinga serpihan dalam terdiri dari bagian-bagian berikut.
  • Koklea (rumah siput)- koklea atau tabung spiral ialah struktur digulung yang sanggup meregang sekitar 3 cm. Lapisan membran koklea terdiri dari banyak sel-sel saraf. Sel-sel saraf menyerupai rambut merespon secara berbeda terhadap banyak sekali frekuensi getaran, yang kesannya mengarah ke generasi impuls listrik. Koklea ialah sentra pendengaran dari pendengaran serpihan dalam, organ cairan yang menerjemahkan getaran bunyi menjadi impuls pendengaran yang sanggup dimengerti otak. Hal ini terjadi pada organ Corti, struktur yang terdiri dari rambut halus di seluruh koklea yang bergetar dan mengirimkan sinyal listrik melalui sistem saraf. Ketika gelombang bunyi masuk telinga, mereka pertama kali bertemu gendang telinga. Getaran mentransfer energi mereka ke gendang telinga, yang bergetar untuk menanggapi. Gerakan ini diterjemahkan melalui serangkaian tulang kecil di dalam pendengaran ke koklea. Karena gendang pendengaran jauh lebih besar daripada organ ini, getaran yang lebih kuat, yang memungkinkan mereka untuk melewati cairan di dalam sentra pendengaran. Gelombang ini mengatur rambut organ Corti bergerak, dan impuls mereka membuat perjalanan ke sentra pendengaran di otak.Tinnitus terjadi saat rambut organ Corti mendirikan semacam umpan balik. Ketika bunyi sangat samar, rambut-rambut ini kadang kala memperkuat bunyi dengan ledakan getaran dalam rangka meningkatkan pendengaran. Kadang-kadang, hal ini mengakibatkan semua rambut untuk mulai bergetar, membuat sensasi bunyi dering. Dalam keadaan normal, otak bisa menutup proses ini mati sehabis 10 atau 15 detik, tetapi dalam tinnitus kronis, hal itu mungkin menjadi duduk kasus yang berulang.
  • Saluran setengah bulat – Ini ialah loop berisi cairan, yang menempel pada koklea dan membantu dalam mempertahankan keseimbangan.
  • Saraf Auditori – ini impuls listrik, yang dihasilkan oleh sel-sel saraf, yang kemudian diteruskan ke otak.