Pelatihan Umpan Balik

Pelatihan Umpan Balik

Pelatihan Umpan Balik

Pelatihan Umpan Balik
Pelatihan Umpan Balik

Pelatihan adalah salah satu dari kemampuan kepemimpinan yang paling banyak dibicarakan. Pelatihan menjadi dasar terhadap terjadinya umpan balik dan komunikasi: Pelatihan tersebut mencakup memberi umpan balik, yang memerlukan komunikasi. Pada bagian ini yang akan kita diskusikan adalah mengenai pelatihan dan kepemimpinan, bagaimana cara untuk memberikan umpan balik pelatihan, dan apa yang dimaksud dengan kritik—dan mengapa hal tersebut tidak dapat berjalan. Maka kita akan menyajikan satu model pelatihan yang bisa Anda gunakan dalam pekerjaan, dan diakhiri dengan singkat oleh pembhasan mengenai mentoring yang mungkin saja akan mempertimbangkan satu bentuk dari pelatihan.

  1. Pelatihan dan Kepemimpinan

Pelatihan adalah proses memberi umpan balik motivasional untuk memelihara dan membuktikan kinerja. Pelatihan dirancang untuk memaksimalkan kekuatan karyawan dan meminimumkan kelemahan karyawan. Pelatihan membantu para pemimpin berkonsentrasi pada tujuan, mengembangkan daya tahan, dan membangun kecerdasan interpersonal. Tujuannya hanya satu yaitu untuk membuat hidup lebih baik bagi karyawan dan organization. Manajer dari pola pikir manajemen tidak melihat pelatihan dalam deskripsi pekerjaan mereka. Namun bagaimanapun, para pemimpin dari pandangan pola pikir kepemimpinan melihat bahwa mengembangkan pengikut secara efektif merupakan bagian penting dari pekerjaan seorang pemimpin. Sebagai sarana untuk meningkatkan kinerja, organisasi harus melatih para manajer mereka untuk menjadi pelatih, dan keadaan seperti ini diperkirakan akan terus berlanjut. Dengan demikian, pelatihan dapat meningkatkat kinerja.

Mengembangkan keterampilan pelatihan Anda adalah salah satu bagian penting dalam membangun kepemimpinan Anda. Terlepas Anda adalah seorang manajer atau bukan manajer, atau Anda mungkin akan menjadi seorang pemimpin sekaligus pelatih. Pelatihan merupakan hal yang penting ketika seorang karyawan baru bekerja dan memasuki organisasi.

  1. Bagaimana Memberikan Umpan Balik untuk Pelatihan

Ketika orang mendengarkan kata pelatihan, mereka akan menganggap bahwa pelatihan berhubungan dengan atlit-atlit, tetapi seorang manajer juga memerlukan peatihan untuk mencari kinerja yang stabil dan perbaikan berkelanjutan. Keterampilan pelatihan atlit pada saat ini sedang digunakan dengan dalam dunia bisnis. Jika Anda telah mempunyai seorang pelatih yang baik, maka hal yang yang dia lakukan adalah untuk membantu memelihara dan meningkatkan kinerja Anda daripada anggota lainnya. Sewaktu-waktu dan dapat mengamati suatu acara olahraga, perhatikanlah dengan baik pelatih dalam acara olahraga tersebut dan belajarlah beberapa cara pelatihan yang dapat digunakan untuk melatih karyawan.

  1. Memberikan Pujian dan Pengakuan

Mengapa Anda memberikan pengenalan kepada karyawan untuk melakukan pekerjaan mereka? Alasannya adalah sederhana: Karena hal tersebut memotivasi karyawan untuk memelihara dan meningkatkan kinerja. Setalah Anda mempelajari pentingnya memberikan pujian, dan bagaimana cara menggunakan model untuk memberikan pujian, kita tidak bisa terlalu menekankan akan pentingnya memberi pujian dan pengenalan, dan Anda tidak bisa memberikan terlalu banyak hal tesebut. Pengenalan meliputi pujian, penghargaan, dan upacara pengenalan. Penghargaan meliputi sertifikat prestasi, surat pujian, lencana, tanda peringatan, piala, medali, pita, pakaian, uang tunai, perjalanan, makanan, karyawan terbaik bulanan, dan lain sebagainya. Penghargaan adalah tindakan simbolis terima kasih untuk kontribusi kepada organisasi.

  1. Menghindari Menyalahkan dan Mempermalukan

Tujuan pelatihan adalah mengembangkan karyawan baik dari aspek pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan. Dengan begitu, perilaku kepemimpinan apapun yang memfokuskan pada membuat orang merasa kesulitan dan tidak membantu ke arah mengembangkan karyawan, adalah suatu yang dikatakan tidak baik. Sebagai contoh, jika seorang karyawan membuat suatu kekeliruan dan karyawan tersebut menyadarinya, maka tidak perlu dinyatakan secara lisan, karena dengan melakukan hal tersebut hanya akan membuat mereka merasa tidak enak. Pernyataan seperti, “Saya terkejut karena Anda telah melakukan XYZ,” atau “Saya kecewa terhadapa Anda,” maka diusahakan agar menghindari kata-kata tersebut. Disamping itu, para pemimpin yang efektif akan memperlakukan kesalahan sebagai pengalaman untuk belajar.

  1. Fokuskan pada Tindakan, bukan pada Pelaku

Tujuan dari pelatihan adalah untuk mencapai perilaku yang diinginkan, bukan untuk meremehkan orang. Gunakanlah contoh pelatihan yang menggambarkan cara pelatihan dengan memusatkan perubahan perilaku dari pada dengan cara memusatkan pelatihan pada orang yang dilatih. Ketika pelatihan yang dilaksanakan lebih memusatkan pada orang bukn pada perilaku, maka akan terjadi penempatan yang salah atau kebingungan atau bahkan meremehkan orang.

  1. Memberikan Umpan Balik Spesifik dan Deskriptif

Umpan balik spesifik sangat diperlukan untuk menghindari kebingungan pada perilaku tertentu yang perlu untuk ditingkatkan. Bandingkanlah pernyataaan tentang kritik pada bagian sebelumnya yang tidak spesifik, dengan pernyataan evaluasi diri yang lebih spesifik. Anda dapat memahami bagaimana orang yang dikritik mungkin tidak mengerti secara spesifik tentang apa yang manajer bicarakan, jadi kritik tersebut tidak dapat merubah orang tersebut walaupun mereka akan bersedia untuk melakukannya?

Umpan balik deskriftif merupakan umpan balik yang didasarkan pada fakta atau kesimpulan. Sebuah fakat memungkinkan untuk diamati dan dibuktikan, sedangkan kesimpulan tidak bisa. Dalam situasi tertentu, manajer bisa mengamati dan membuktikan bahwa karyawan membuat lebih banyak kesalahan minggu ini dibandingkan dengan minggu sebelumnya. Bagaimanpun manajer tidak dapat mengamati atau membuktikan mengapa hal tersebut bisa terjadi. Manajer dapat menyimpulkan berbagai alasan yang dapat mengubah perilaku karyawan tersebut, seperti malas, sakit, atau masalah lainnya. Oleh karena itu, berikanlah umpan balik berdasarkan fakta dari pada umpan balik berdasarkan kesimpulan, karena berdasarkan faakta akan cenderung lebih positif, sementara umpan balik berdasarkan kesimpulan cenderung menjadi kritik yang lebih negative.

  1. Memberikan Pembinaan Umpan Balik

Evaluasi diri dapat menjadikan pekerjaan menjadi lebih baik, terutama ketika kinerja perlu untuk dipertahankan dari pada ditingkatkan. Namun, hal tersebut tidak selamanya sesuai, jika terlalu sering digunakan, maka akan membatasi kesuksesan. Namun, sewaktu-waktu Anda akan melakukan pembinaan tanpa evaluasi diri. Hal tersebut sangat penting untuk mendapatkaan respon positif terhadap perilaku dan hasil negative, cara untuk melakukan inii adalah dengan tidak melakuakan kesalahan tetapi dengan menawarkan manfaat dari perilku positif.

  1. Pendampingan (Mentoring)

Mentoring adalah bentuk pembinaan di mana seorang manajer yang lebihberpengalaman membantu anak didik yang kurang berpengalaman. Dengan demikian,10 tips untuk pembinaan/pelatihan berlaku juga untuk mentoring. Namun, mentoring cakupannya lebih luas dari pada pelatihan. Para mentor formal biasanya berada pada tingkat yang lebih tinggi dari manajemen dan bukan merupakan bawahan manajer secara langsung. Keluaraga, teman-teman dan rekan kerja juga bisa menjadi mentor. Tanggung jawab utamanya adalah untuk melatih anak didik dengan menyediakan nasihat karir yang baik dan membantu mengembangkan keterampilan kepemimpinan yang diperlukan untuk membentuk manajemen karir yang sukses. Namun, anak didik tidak harus mencoba untuk menjadi seperti mentor, kita semua memang perlu belajar dari orang lain namun kita perlu menjadi diri sendiri untuk menjadi efektif.

Studi penelitian telah menemukan bahwa hasil mentoring sanagt berperan dalam kemajuan karir yang lebih baik dan kepuasan kerja bagi anak didik. Berdasarkan keberhasilan mentoring, banyak organisasi-termasuk IRS, Hewlett-Packard, dan IBM-memiliki program mentoring formal, sementara yang lain memiliki mentoring informal.

Kita semua membutuhkan mentor, jadi jangan menunggu seseorang meminta Anda untuk mencari mentor. Jika organisasi Anda memiliki program mentoring formal,cobalah untuk mendaftar dalam kegiatan tersebut. Jika itu adalah mentoring informal,banyaklah bertanya tentang cara mendapatkan mentor, dan ajukan pertanyaan-pekerjaanatau yang berhubungan dengan karier dan mintalah saran.

Sumber: https://duniapendidikan.co.id/