5 Langkah Menemukan Ide Pokok di dalam Paragraf

5 Langkah Menemukan Ide Pokok di dalam Paragraf

Baru delapan detik sejak orang itu tempati kursi yang sangat keras itu. Hening. Sebelah tangan mendukung dagu. Matanya berkedip beberapa kali. Wajahnya perlihatkan ekspresi bingung.

Di depannya, tersedia laptop yang perlihatkan artikel mengenai SBMPTN.

DIa scroll mouse. Wajahnya ke layar, tetapi pandangannya tidak fokus.

Tangan kanannya kini menggenggam gelas. Menuangnya ke tenggorokan yang sebetulnya tidak haus itu. Tumit kakinya mengetuk-ngetuk lantai. Tangannya ubah lagi ke sisi kanan meja. Sedikit di belakang mouse. Matanya terpejam. Di kepalanya terdengar beat lagu favoritnya belakangan ini. Tangannya bekerjasama dengan kaki, mengakibatkan sebuah irama.

Dia terhubung mata.

Tangannya meraih handphone.

Lalu dengan secepat kilat terhubung Instagram.

Pupil matanya kini terbuka lebar. Dia menekan layar handphone-nya dua kali. Memunculkan sinyal love di atas foto seorang perempuan di depan air terjun.

Dia diam di sana. Sampai satu jam lebih. Meninggalkan laptop dan artikel yang baru ia baca dua paragraf itu.

Orang itu, dapat menjadi siapa saja. Bisa menjadi rekan sekelas kamu. Atau dapat menjadi anda sendiri. Ya, kita seringkali tidak fokus saat dihadapkan pada sebuah artikel atau bacaan. Entah kenapa tangan kita menginginkan bergerak menyita sesuatu. Pikiran kita ke mana-mana. Dan hasilnya, artikel tadi tidak terbaca dengan baik.

Microsoft bahkan mengakibatkan penelitian mengenai fokus, atau yang lebih dikenal dengan attention span ini. Hasilnya, rentang fokus kita pada suatu hal, selagi ini cuma berkisar sepanjang 8 detik. Ini jauh turun sejak th. 2000 yang meraih 12 detik.

Bahkan, kita tidak lebih fokus berasal dari ikan mas koki yang rentang fokusnya meraih 9 detik.

Ketidakfokusan ini, dilengkapi penyajian berita selagi ini yang cenderung umpan klik (clickbait), tentu akan menaikkan kegagapan kita di dalam menanggapi suatu artikel atau bacaan. Kasarnya, telah kitanya nggak fokus dan “malas” baca, eh artikelnya nggak nyambung judul mirip isinya.

Oleh karena itu, dibutuhkan kebolehan untuk menemukan ide pokok berasal dari suatu artikel atau bacaan. Supaya apa? Supaya kita memahami sebetulnya apa, sih, inti berasal dari artikel itu? Apa ide utama atau ide pokoknya? Supaya selesai baca, nggak main share di grup Whatsapp sambil bilang,

“GILA! ADA ANAK DIKUTUK JADI IKAN PARI KARENA DURHAKA!”

Well, sebelumnya, kita harus memahami pengertian berasal dari ide pokok. Ide pokok adalah ide/gagasan yang menjadi pokok pengembangan paragraf. Makanya, nama lain ide pokok adalah ide utama. Ide pokok terdapat di kata-kata utama dan tiap-tiap satu paragraf cuma tersedia satu ide pokok.

Satu hal yang harus anda ingat adalah, kata-kata utama ≠ kata-kata pertama. Kalimat utama dapat tersedia di kata-kata pertama, dapat pada kata-kata terakhir, atau bahkan kata-kata pertama dan terakhir.

Oke, sesudah memahami kelima cara untuk menemukan ide pokok, kita akan langsung praktek ya.

Coba perhatikan paragraf berikut:

Orang yang akan pensiun tidak harus stres. Pensiun artinya tidak bekerja, tetapi mendapat gaji. Dengan tidak berdinas lagi artinya mereka tidak punyai beban pikiran pada pekerjaan dan banyak selagi luang untuk bersantai. Kalau selagi luang itu dapat dioptimalkan dengan beraneka kegiatan yang positif dan produktif, tentu orang tidak akan terkena stres.

Pada paragraf di atas, ide pokoknya adalah pada kata-kata pertama. Yaitu “Tidak harus stres selagi menghadapi pensiun”.

Kenapa?

Kalau kita asumsi kalimat-kalimat lain, fungsi mereka cuma sebagai penjelas berasal dari kata-kata utama (kalimat pertama). Misalnya, pada kata-kata ”Dengan tidak berdinas lagi artinya mereka tidak punyai beban pikiran pada pekerjaan dan banyak selagi luang untuk bersantai”. Kalimat ini mengacu kepada kata-kata utama. Tugas berasal dari kata-kata ini adalah beri tambahan “alasan” berasal dari “Mengapa orang yang pension tidak harus stres.”

Sekarang kita coba misal lainnya ya:

Bencana banjir lumpur akibat jebolnya tanggul Situ Gintung di Tangerang Selatan mengundang beraneka macam penyakit. Beberapa penyakit yang akan timbul sesudah bencana adalah diare, tifus, leptospirosis dan demam berdarah. Masalah kesehatan pada korban dan masyarkat di lebih kurang lokasi lokasi bencana harus langsung diantisipasi. Beberapa penyakit itu muncul karena lingkungan kotor dan sumber air bersih yang tercemar lumpur.

Pada paragraf ini, ide pokoknya adalah “Bencana banjir mengundang beraneka penyakit”

Ada yang memahami kenapa?

Ya, seperti yang dapat kita melihat di atas, kata-kata lain di dalam paragraf ini cuma “menjelaskan” penyakit-penyakitnya. Pada kata-kata dua, misalnya. Kalimat berikut berisi misal berasal dari penyakit yang ditimbulkan. Di sisi lain, kata-kata terakhir mengatakan penyebab berasal dari timbulnya penyakit tersebut. www.biologi.co.id/

Jadi, telah jadi dapat menemukan ide pokok?