Kendala Pada Penerapan Hidroponik

Kendala Pada Penerapan Hidroponik

Dalam penerapanya, pertanian hidroponik banyak hadapi kendala, berupa keruahan penerapannya, pertanian hidroponik (bulkiness) bahan, takarannya harus banyak, dan dapat hadapi kompetisi bersama kepentingan lain untuk mendapatkan sisa tanaman dan limbah hidroponik dalam jumlah yang cukup.

Misalnya, limbah panen digunakan untuk makanan ternak, jerami padi diminati pabrik digunakan sendiri oleh pabrik gula sebagai bahan bakar, sampah kota dan permukiman di untuk menimbun lahan yang rendah atau cekungan untuk memperluas lahan yang dipersiapkan untuk bangunan terlebih di kota-kota besar (Sutanto, 1997a) Pupuk hayati tetap berada pada taraf awal pengembangan. Pada waktu ini keberhasilannya tetap terbatas, sebab produksinya belum dapat memenuhi jumlah kebutuhan. Kita harus meneladani negara-negara yang lebih maju dan berkembang keperluan pupuk hayati.

Di dalam memenuhi kebijakan yang berjalan di Indonesia membayangkan ke arah itu, sebab tetap mementingkan dan mengunggulkan budi daya kimiawi. Bioteknologi yang menjadi dasar pengembangan pupuk hayati baru pada step awal pengembangan. Pertanian hidroponik belum dapat diterapkan secara murni mengingat memadai banyak rintangan yang dihadapi.

Pada step awal penerapan pertanian hidroponik tetap harus ditambah pupuk kimia atau pupuk mineral, terlebih pada tanah yang miskin hara. Pupuk kimia tetap benar-benar diperlukan supaya persentase pupuk hidroponik tidak benar-benar banyak yang akan merepotkan dalam searah pengelolaannya. bersama sistem pernbangunan kesuburan tanah memanfaatkan pupuk hidroponik dan pupuk hayati, keperluan pupuk kimia yang secara berangsur beradar hara tinggi dapat dikurangi.

www.lele.co.id Perpaduan budi daya hidroponik dan kimia disebut Sistem Gizi (Integrated Plant Nutrient Tanaman Terpadu / SGTT System / IPNS) atau dapat terhitung disebut sebagai Pengelolaan GisiNutrisi Terpadu. Sistem ini sudah merasa dikembangkan oleh badan dunia FAO dan diterapkan dibeberapa negara di kawasan Asia dan Pasifik yang tetap mengandalkan atau memper tahankan sektor pertanian sebagai unsur pengembangan ekonomi nasional.