3 Partai Ini Akan Tarik Eks Napi Korupsi yang Lolos Jadi Caleg

3 Partai Ini Akan Tarik Eks Napi Korupsi yang Lolos Jadi Caleg

Sejumlah partai bakal menarik akan calon legislatif atau bacaleg eks napi korupsi yang diloloskan badan pengawas pemilu atau Bawaslu menjadi caleg. Partai Perindo, misalnya, tegas mengaku akan unik eks napi korupsi yang diloloskan Bawaslu menjadi calon legislatif.

“Pasti, tentu akan kami tarik dalam masa-masa dekat,” ujar Ahmad Rofiq saat didatangi Tempo di Posko Cemara, Jakarta pada Senin malam, 3 September 2018.

Hingga ketika ini, Bawaslu paling tidak sudah meloloskan 12 bacaleg eks napi korupsi yang mengemukakan sengketa ke Bawaslu. Kedua belas caleg itu, di antaranya Ketua Dewan Pengurus Pusat Partai Gerindra DKI Jakarta M Taufik; bacaleg Partai Hanura yang bakal maju dari Rembang M Nur Hasan; bacaleg Pare-pare dari Partai Perindo Ramadan Umasangaji; bacaleg Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia Joni Kornelius Tondok yang bakal maju di Tana Toraja.

Adapula akan calon anggota Dewan Perwakilan Daerah eks napi korupsi yang diloloskan Bawaslu, di antaranya Syahrial Damapolii dari Sulawesi Utara dan mantan Gubernur Aceh Abdullah Puteh. Rofiq mengatakan, eks napi korupsi yang dapat lolos menjadi bacaleg itu terjadi sebab kecolongan partai di tingkat daerah. “Untuk itu, saya selaku Sekjen Perindo meminta maaf untuk publik,” ujar dia.

Di samping Perindo, Sekretaris Jenderal Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia atau PKPI, Verry Surya Hendrawan mengatakan, eks koruptor yang lolos nyaleg dari partainya terjadi sebab kecolongan di tingkat daerah. “Besok kami bakal segera mengklarifikasi kecurian ini ke Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK), untuk lantas langsung diganti,” ujar Verry di tempat yang sama.

Begitu pula dengan Hanura, kendati belum mengaku secara lugas akan unik bacaleg-nya. Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura Inas Nasrullah mengaku bahwa sampai ketika ini partainya mendukung tahapan KPU yang kukuh guna tidak meloloskan caleg eks napi korupsi. Inas pun menyatakan heran bakal keputusan Bawaslu yang meloloskan eks napi korupsi dari partainya menjadi caleg. “Padahal kami tidak masalah bila bacaleg eks napi koruptor tak lolos,” ujar Inas ketika dihubungi Tempo, Senin siang.

Baca Juga: